Prajurit TNI Gugur dalam Serangan IDF ke Markas UNIFIL, GREAT Institute Sebut Kejahatan Perang

Redaksi

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, JAKARTA — Lembaga pemikir GREAT Institute mengecam serangan yang dilakukan tentara Isral (IDF) ke markas UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di dekat kota Adchit Al Qusayr, Lebanon, pada Minggu malam, 29 Maret 2026. Serangan itu menewaskan seorang prajurit TNI yang menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian.

 

Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa menilai, serangan itu merupakan pelanggaran serius hukum internasional.

 

“Serangan ke markas pasukan penjaga perdamaian yang membawa mandat PBB adalah kejahatan perang. Pemerintahan Benjamin Netanyahu harus mempertanggungjawabkan hal ini,” ujar Teguh dalam keterangan kepada redaksi, Senin, 30 Maret 2026.

 

UNIFIL dalam keterangannya yang dimuat Al Jazeera mengatakan, tentara Indonesia anggota pasukan penjaga perdamaian itu tewas secara tragis.

 

“Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini,” ujar UNIFIL.

 

Sebelumnya, Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan militer Israel menyerang markas unit Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr pada Minggu. Laporan awal menyebut sejumlah personel terluka imbas serangan tersebut.

 

Pasukan UNIFIL berada di Lebanon selatan untuk mengawasi konflik antara Lebanon dan Israel di sepanjang garis demarkasi. Di kawasan ini pasukan militer Israel kerap terlibat adu tembak dengan milisi Hizbullah yang didukung Republik Islam Iran.

 

Sekitar 10 ribu personel dari sejumlah negara memperkuat UNIFIL, sebanyak 1.200 di antaranya adalah prajurit TNI. Ketegangan di kawasan semakin meningkat menyusul serangan AS dan Israel ke Iran sejak akhir Februari 2026. Dalam sebuah serangan di pekan pertama Maret 2026, personel UNIFIL dari Ghana juga terluka. []

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ultah ke-49 Marlina Eliyanti, Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim, Didampingi CEO SUMUT24 Anto Genk*
Teguh Santosa: Teror terhadap Aktivis HAM Ancaman Serius bagi Demokrasi
JMSI Tabagsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi
JMSI Sumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Medan
GREAT Institute Sambut Baik Keinginan Prabowo Jadi Juru Damai Israel-Iran
GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of P
Turnamen Amal Voli U-15 Digelar di Deliserdang, MAVI Sumut dan Bapoksi Galang Donasi Bencana
Dukung Pengembangan Potensi Siswa, SMAN 2 Medan Gelar Parenting dan Serahkan SK Komite
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 16:06 WIB

Prajurit TNI Gugur dalam Serangan IDF ke Markas UNIFIL, GREAT Institute Sebut Kejahatan Perang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:39 WIB

Ultah ke-49 Marlina Eliyanti, Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim, Didampingi CEO SUMUT24 Anto Genk*

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:13 WIB

Teguh Santosa: Teror terhadap Aktivis HAM Ancaman Serius bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:27 WIB

JMSI Tabagsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:18 WIB

JMSI Sumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Medan

Berita Terbaru