Bersama Meutya Hafid ‘GASS POL Tolak Judi Online’ Digelar di Medan 

Redaksi

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, MEDAN, – Gerakan kampanye anti judi online bertajuk “GASS POL Tolak Judol! Jauhi Judi – Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online” digelar di Medan, Rabu (13/5).

Kegiatan ini menjadi upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi praktik judi online yang semakin mengkhawatirkan.

Acara menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, praktisi strategi komunikasi keberlanjutan Rike Amru, konten kreator Wawan Wandou, serta tokoh agama Ustad Abdul Muhadir Ritonga

Dalam pemaparannya, Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa judi online telah menjadi persoalan serius yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

“Jumlah anak-anak yang juga menjadi korban judi online hampir 200 ribu orang, dan sekitar 80 ribu di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 10 tahun. Jadi ini penting bagi kita membuka ruang untuk menyampaikan bahwa masalah ini luar biasa besar,” ujarnya.

Menurut Meutya, pemerintah tidak hanya fokus menutup akses dan melakukan takedown situs judi online, tetapi juga terus memperkuat edukasi dan literasi digital kepada masyarakat.

“Pemerintah hadir bukan hanya untuk menutup akses, tetapi juga menjangkau masyarakat dan menyampaikan fakta-fakta yang terjadi. Ibu-ibu yang nanti curhat soal judi online bukan untuk membuka aib, tetapi menjadi pembelajaran bagi orang lain yang hadir di ruangan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak judi online tidak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tetapi juga memicu berbagai persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hilangnya keharmonisan keluarga, hingga rusaknya masa depan anak-anak.

“Banyak masukan kepada kami maupun yang muncul di media massa mengenai bagaimana seorang istri menjadi korban ketika suaminya terpapar judi online. Bukan hanya kehilangan ekonomi, tetapi juga kehilangan kebersamaan dalam keluarga. Bahkan ada yang melakukan kekerasan kepada orang tua maupun istrinya sendiri,” ungkap Meutya.

Baca Juga :  Sopir Truk Trauma, Kaca Kendaraan Pecah Diduga Akibat Aksi Premanisme di Belawan

Ia menambahkan, korban judi online tidak hanya laki-laki dewasa, tetapi juga perempuan, anak-anak, hingga masyarakat kurang mampu.

“Judi ini tidak memapar laki-laki saja, meskipun angkanya sebagian besar laki-laki. Perempuan juga ada, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak juga. Orang tidak mampu juga banyak, jadi ini sangat menyeluruh,” jelasnya.

Meutya menegaskan pemberantasan judi online harus dilakukan secara bersama-sama lintas sektor.

Kementerian Komdigi, kata dia, bertugas memerangi akses dengan menutup situs-situs judi online dan melakukan komunikasi publik kepada masyarakat.

“Pelakunya juga harus ditangkap, karena kalau tidak, situsnya akan terus bertambah. Maka harus ada pihak kepolisian, perbankan, OJK, hingga platform media sosial karena iklannya juga banyak muncul di sana,” tegasnya.

Kegiatan “GASS POL Tolak Judol” diharapkan menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak muda Kota Medan, agar menjauhi judi online dan memilih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Bayu Waas menyatakan ia berharap judol di Medan dapat di diselesaikan, judol itu tidak bisa menang karena sudah disetting bahkan ia mencontohkan ia mencopot camatnya karena diketahui terlibat bermain judol.

“Saya berharap agar masyarakat menjahi judol karena hanya membawa kesengsaraan,” tandasnya. Event Medan

Hadir pada pada giat itu para kaum ibu perwakilan dari berbagai Kecamatan di Kota Medan yang diharapkan dapat menyampaikan bahaya judol kepada keluarganya dan masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan ini, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga mendengarkan langsung cerita para ibu tentang dampak judi online yang merusak ketenangan rumah tangga, ekonomi keluarga, hingga masa depan anak-anak.

Ratusan ibu berbagi keresahan yang sama: ketika judi online masuk ke rumah, yang paling dulu merasakan dampaknya sering kali adalah keluarga.

Baca Juga :  HIMBAUAN KESIAPSIAGAAN BAGI WARGA NEGARA INDONESIA DI KAWASAN TIMUR TENGAH

Karena itu, peran ibu menjadi sangat penting. Bukan hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga lingkungan terdekat dari ancaman ruang digital yang tidak sehat.

Pemberantasan judi online bukan hanya soal memutus akses. Tapi juga menjaga harapan, ketahanan keluarga, dan masa depan generasi berikutnya.

Penulis : Kr01

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Truk Trauma, Kaca Kendaraan Pecah Diduga Akibat Aksi Premanisme di Belawan
Pemkab Madina Raih Peringkat Pertama Realisasi Anggaran KB BKKBN
Wabup Atika Terima Kedatangan JCH Madina di Asrama Haji Medan
Pengembalian Terakhir Formulir Calon Ketua Golkar Sumut Ditutup Hari Ini
Kebakaran Landa Pabrik Swalow di Medan, Penyebab Masih Diselidiki
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Bersama Meutya Hafid ‘GASS POL Tolak Judi Online’ Digelar di Medan 

Senin, 11 Mei 2026 - 08:18 WIB

Sopir Truk Trauma, Kaca Kendaraan Pecah Diduga Akibat Aksi Premanisme di Belawan

Selasa, 28 April 2026 - 18:30 WIB

Pemkab Madina Raih Peringkat Pertama Realisasi Anggaran KB BKKBN

Senin, 27 April 2026 - 19:11 WIB

Wabup Atika Terima Kedatangan JCH Madina di Asrama Haji Medan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:55 WIB

Pengembalian Terakhir Formulir Calon Ketua Golkar Sumut Ditutup Hari Ini

Berita Terbaru