Anggaran Riset Perguruan Tinggi Naik Jadi Rp12 Triliun, Prabowo Tekankan Inovasi untuk Ketahanan Nasional

Redaksi

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, — Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan anggaran riset perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun pada tahun 2026, sehingga total dana riset nasional meningkat menjadi Rp12 triliun. Keputusan tersebut diumumkan usai pertemuan taklimat Presiden dengan sekitar 1.200 rektor, dekan, dan guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Sebelumnya, alokasi anggaran riset perguruan tinggi berada di angka Rp8 triliun atau sekitar 0,34 persen dari total APBN. Dengan tambahan ini, anggaran riset melonjak hingga 50 persen dalam waktu singkat, menandai salah satu peningkatan terbesar dalam sejarah pendanaan riset nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden mengatakan, keputusan tersebut diambil langsung oleh Presiden setelah mendengarkan aspirasi dan masukan dari kalangan akademisi. Menurutnya, penguatan riset di perguruan tinggi akan didorong melalui kolaborasi lintas kampus, termasuk sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penggunaan anggaran riset harus difokuskan pada sektor-sektor strategis nasional. Prioritas meliputi percepatan swasembada pangan dan energi, penguatan industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam, serta pengembangan teknologi waste to energy. Arah kebijakan ini dinilai krusial untuk mendukung agenda pembangunan industri nasional.

Pemerintah juga berencana memulai sejumlah proyek industri strategis melalui groundbreaking berskala besar dalam waktu dekat. Untuk itu, Presiden menekankan pentingnya ketersediaan sumber daya manusia unggul yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset terapan dari perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut penambahan anggaran ini sebagai bentuk amanat besar Presiden kepada dunia akademik. Ia berharap seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dapat segera menyesuaikan agenda risetnya agar sejalan dengan prioritas nasional demi memperkuat fondasi inovasi menuju Indonesia Emas 2045.(KR03)edy sir

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan
Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga
MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 
Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen
Pengumuman Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026, Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Seleksi Transparan dan Berkualitas
Wujud Kepedulian Sesama, Kodam XII/Tanjungpura Bagikan Nasi Kotak dalam Aksi Jumat Berkah
TNI AL Satgas Yonif 2 Marinir dan Kodim 1703/Deiyai Bersinergi Bangun Harapan Warga Melalui Jembatan Garuda
Gagalkan Peredaran Narkoba Skala Besar, Kodam XII/Tpr Amankan 21,4 Kg Sabu dan Serahkan WNA Malaysia ke BNNP Kalbar
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:43 WIB

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:23 WIB

Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:58 WIB

MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 

Senin, 15 Juni 2026 - 01:23 WIB

Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pengumuman Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026, Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Seleksi Transparan dan Berkualitas

Berita Terbaru