Jaringan Ekstremisme Digital Libatkan Remaja, Ancaman Baru Keamanan Nasional

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Fenomena jaringan ekstremisme digital yang melibatkan anak-anak dan remaja menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Indonesia. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengungkap aktivitas kelompok yang diduga menyebarkan paham radikal melalui media sosial dan platform komunikasi daring.

Dalam pengungkapan tersebut, sejumlah remaja diketahui telah terpapar ideologi ekstrem dan bahkan belajar merakit bahan peledak secara mandiri. Mereka disebut-sebut merencanakan aksi kekerasan yang menyasar fasilitas umum, termasuk lingkungan pendidikan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran luas di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah penanganan tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga pendekatan pembinaan. Mengingat sebagian pelaku masih berusia di bawah umur, upaya deradikalisasi dinilai lebih efektif untuk mencegah mereka kembali terjerumus dalam jaringan yang sama.

Kasus ini juga membuka mata banyak pihak tentang bahaya radikalisme digital yang semakin mudah menyasar generasi muda. Minimnya pengawasan serta tingginya akses terhadap konten ekstrem menjadi faktor utama penyebaran paham tersebut secara masif dan cepat.

Pemerintah pun mengimbau peran aktif orang tua, sekolah, serta masyarakat dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak. Selain itu, literasi digital dan penguatan nilai kebangsaan dinilai menjadi kunci utama untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ekstremisme yang kian berkembang di era teknologi.

Baca Juga :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru