KompasReal.id, Di tengah lautan jutaan jamaah haji yang memadati Tanah Suci, tampak seorang pria lanjut usia berbaring sederhana di atas tanah tanpa kemewahan dan penjagaan berlebihan. Sosok itu adalah Presiden Alassane Ouattara, pemimpin Republik Pantai Gading yang hadir menunaikan ibadah haji dengan penuh kerendahan hati.
Kehadirannya menjadi perhatian banyak orang karena beliau dikabarkan datang menggunakan biaya pribadi dan menolak berbagai fasilitas mewah yang lazim disediakan bagi kepala negara. Tidak terlihat iring-iringan kendaraan elite, tidak pula pengawalan ketat yang menciptakan jarak dengan jamaah lain. Di tengah jutaan manusia, beliau memilih menjadi hamba Allah yang sama seperti lainnya.
Pemandangan tersebut menghadirkan pertanyaan yang menyentuh hati banyak orang, “Di mana pengawalnya?” Namun mungkin jawabannya sederhana, pemimpin yang mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi rakyatnya akan menuai ketenangan dalam kehidupannya sendiri. Kesederhanaan itu menjadi simbol bahwa kekuasaan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan kemewahan.
Selama kepemimpinannya, negara Pantai Gading dikenal mengalami pertumbuhan ekonomi, peningkatan stabilitas politik, serta pembangunan yang semakin maju. Rakyat merasakan perubahan dalam keamanan dan kesejahteraan. Dari situlah muncul penghormatan yang lahir bukan karena rasa takut, melainkan karena kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya.
Momen sederhana di Tanah Suci itu menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di hadapan Allah SWT, jabatan, kekuasaan, dan kemewahan dunia tidak memiliki arti apa pun. Yang tersisa hanyalah ketakwaan, keikhlasan, dan kerendahan hati sebagai seorang hamba.
Penulis : Kr03
Editor : Emas













