KompasReal.id, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut meski menuai berbagai kritik dari sejumlah kalangan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Pemerintah menilai MBG sebagai langkah strategis dalam menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta membantu keluarga kurang mampu. Program ini menyasar jutaan pelajar di berbagai daerah dengan dukungan anggaran negara yang cukup besar.
Namun, sejumlah pengamat kebijakan publik dan ekonom mengkritik besarnya anggaran yang digelontorkan. Mereka mempertanyakan efektivitas distribusi, pengawasan kualitas makanan, serta potensi pemborosan jika tidak dikelola secara transparan dan akuntabel. Kritik juga datang dari kelompok masyarakat sipil yang meminta evaluasi berkala.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah memastikan sistem pengawasan akan diperketat, termasuk melibatkan pemerintah daerah dan aparat pengawas internal. Evaluasi teknis disebut terus dilakukan guna memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
Di tengah perdebatan, program MBG tetap berjalan sebagai salah satu janji kampanye utama pemerintahan saat ini. Pemerintah optimistis manfaat jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas generasi muda akan lebih besar dibandingkan tantangan yang dihadapi dalam tahap awal pelaksanaannya.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Vwf












