Warga Dusun Kemuning Harapkan Perbaikan Jembatan Ambruk Segera Direspon Pemkab Tapsel

KompasReal.id

- Editor

Kamis, 28 November 2024 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Jembatan kayu yang rapuh di Dusun Kemuning, Tapsel, merupakan akses utama warga yang berisiko ambruk.

i

Keterangan Foto: Jembatan kayu yang rapuh di Dusun Kemuning, Tapsel, merupakan akses utama warga yang berisiko ambruk.

TAPSEL, KompasReal.com – Masyarakat Dusun Kemuning, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), merasakan kekhawatiran mendalam terhadap jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Bandar Tarutung dan Dusun Kemuning.

Dari Informasinya, jembatan yang dibangun secara swadaya pascabanjir 2016 kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan terancam ambruk, terutama dengan datangnya musim hujan. Konstruksi jembatan yang terbuat dari kayu dan tanpa pembatas, ditambah jalan menuju jembatan yang menanjak serta berbatu, membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas.

“Sering kali kendaraan seperti becak bermotor dan roda dua terperosok dan hampir jatuh,” ungkap seorang warga Dusun Kemuning yang enggan disebutkan namanya.

Lebih kauh katanya, Jembatan ini telah mengalami tiga kali perbaikan, tetapi kini kembali mengalami kerusakan akibat kayu yang lapuk. Situasi ini mengancam akses utama warga untuk mendistribusikan hasil pertanian, seperti sawit dan karet. Kehadiran dump truck yang mengangkut hasil panen semakin memperburuk kondisi jembatan, yang tidak mampu menahan beban berat.

Warga sangat berharap pemerintah Kabupaten Tapsel, melalui Kepala Desa Hapesong Baru, segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan tersebut.

“Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki, jembatan ini akan berisiko lebih besar bagi keselamatan kami,” tambah warga lainnya.

Permasalahan ini juga menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pembangunan desa. Terkadang, pembangunan yang menggunakan dana desa hanya berfokus pada manfaat jangka pendek, mengabaikan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan masukan dan kritik sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan desa yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Solih Nasution Resmi Pimpin Bidang Usaha Korwasis Madina
Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
DLH Madina Gandeng Korwasis Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Desa
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Bupati Gus Irawan Dorong 47 Hektare Potensi TORA di Arse Masuk Reforma Agraria, Targetkan Penataan Akses 200 KK
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 01:17 WIB

Ahmad Solih Nasution Resmi Pimpin Bidang Usaha Korwasis Madina

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WIB

DLH Madina Gandeng Korwasis Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Rabu, 2 September 2026 - 17:20 WIB

Bupati Gus Irawan Dorong 47 Hektare Potensi TORA di Arse Masuk Reforma Agraria, Targetkan Penataan Akses 200 KK

Berita Terbaru