KompasReal.com, Angkola Dangkunur – Perjalanan menuju lokasi korban banjir di Desa Iraniate, Kecamatan Angkola Dangkunur, berlangsung penuh tantangan. Akses jalan yang sulit, kondisi berlumpur, serta hujan yang terus mengguyur tidak menyurutkan langkah tim relawan untuk menjangkau warga yang selama 10 hari terisolir akibat banjir dan kepungan air hingga setinggi atap rumah.
Sejumlah warga di desa tersebut terpaksa bertahan di dalam rumah dengan kondisi serba terbatas. Jalan menuju lokasi nyaris tidak bisa dilalui kendaraan, bahkan beberapa titik harus ditempuh dengan berjalan kaki. Meski demikian, bantuan akhirnya berhasil disalurkan berkat kerja sama dan semangat kemanusiaan dari berbagai pihak.
Warga menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kepedulian PATOGAR INDONESIA bersama BPA yang telah hadir langsung ke lokasi bencana. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat yang selama berhari-hari menghadapi kesulitan pangan dan kebutuhan dasar akibat terputusnya akses keluar-masuk desa.
Ketua PATOGAR INDONESIA, DAULAT RAJA MARTUA PARLUATAN SIREGAR, menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga serta menjadi penguat semangat di tengah musibah yang dialami.
Usai penyaluran bantuan di Angkola Dangkunur, PATOGAR INDONESIA melanjutkan aksi kemanusiaan ke wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng). Bantuan lanjutan kembali disiapkan dan disalurkan kepada warga terdampak bencana, sebagai wujud komitmen PATOGAR Indonesia untuk terus hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia.KR03












