Theresa Kachindamoto dikenal sebagai salah satu pemimpin adat paling berpengaruh di Malawi

Redaksi

- Editor

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, karena keberaniannya melawan praktik pernikahan anak yang telah mengakar kuat dalam budaya lokal. Ia menjabat sebagai kepala adat senior di Distrik Dedza dan memimpin wilayah dengan populasi ratusan ribu jiwa. Perjuangannya melawan pernikahan anak dimulai sekitar tahun 2015 dan berlangsung terus selama beberapa tahun berikutnya, dengan dampak besar bagi kehidupan ribuan anak perempuan.

Malawi selama bertahun tahun termasuk negara dengan tingkat pernikahan anak tertinggi di dunia. Banyak anak perempuan dinikahkan sebelum usia 18 bahkan sebelum usia 15. Praktik ini sering dibenarkan oleh hukum adat, tekanan ekonomi, serta norma sosial yang menganggap pernikahan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Dampaknya sangat serius, mulai dari putus sekolah, kehamilan usia dini, hingga risiko kesehatan dan kekerasan.

Theresa Kachindamoto mengambil langkah tegas dengan menggunakan kewenangan tradisionalnya untuk membatalkan pernikahan anak yang sudah terjadi. Ia memanggil para kepala desa di wilayah kekuasaannya dan mewajibkan mereka menghentikan praktik tersebut. Kepala desa yang menolak atau tidak patuh diberhentikan dari jabatan mereka sampai bersedia mengikuti aturan baru. Tindakan ini menimbulkan perlawanan, kritik, bahkan ancaman, namun ia tetap melanjutkan perjuangannya.

Dalam beberapa tahun, ribuan pernikahan anak berhasil dibatalkan. Anak perempuan yang telah menikah dikembalikan ke keluarga dan didorong untuk kembali bersekolah. Theresa tidak hanya menghentikan pernikahan, tetapi juga berusaha memastikan masa depan anak anak tersebut tetap terjaga melalui pendidikan. Ia bekerja sama dengan guru, relawan, dan organisasi sosial untuk membantu biaya sekolah dan memastikan anak anak tidak kembali dinikahkan.

Selain melawan pernikahan anak, Theresa Kachindamoto juga menghentikan praktik inisiasi seksual tradisional yang melibatkan anak di bawah umur. Ritual ini sering kali membahayakan kesehatan fisik dan mental anak perempuan, serta membuka risiko penyakit, pelecehan, dan kekerasan. Dengan melarang praktik tersebut, ia memperluas perlindungan terhadap hak anak dan keselamatan perempuan muda di komunitasnya.

Baca Juga :  Kisah Rani, Wanita Tangguh yang Menaklukkan Rintangan

Keberaniannya menarik perhatian dunia internasional. Ia menerima berbagai penghargaan dan pengakuan dari organisasi global, termasuk Perserikatan Bangsa Bangsa, sebagai contoh kepemimpinan berbasis nilai kemanusiaan. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin adat di Afrika dan wilayah lain untuk menggunakan kekuasaan tradisional sebagai alat perubahan sosial.

Theresa Kachindamoto meninggal dunia pada Agustus 2025, namun warisannya tetap hidup. Ribuan anak perempuan yang kini dapat melanjutkan pendidikan, memiliki pilihan hidup, dan terbebas dari pernikahan dini menjadi bukti nyata dampak kepemimpinannya. Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari satu orang yang berani melawan norma tidak adil demi masa depan generasi berikutnya.KR03

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Gol Tunggal Ferran Torres Tumbangkan Argentina
Efek Ronaldo Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok Hingga Hampir 50 Persen
Duel Raksasa Warnai Perempat Final Piala Dunia 2026, Delapan Tim Terbaik Berebut Tiket Semifinal
Jaringan Internasional Pemerkosaan dengan Obat Bius Terbongkar, Ratusan Tersangka Diselidiki
Kejutan Besar: Brasil Tumbang, Haaland Bawa Norwegia Melaju ke Perempat Final
Piala Dunia 2026: Spanyol Lolos ke 16 Besar, Portugal Menyusul Hadapi Kroasia
Indonesia Ukir Sejarah, Juara AVC Men’s Cup 2026
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa,
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:41 WIB

Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Gol Tunggal Ferran Torres Tumbangkan Argentina

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:30 WIB

Efek Ronaldo Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok Hingga Hampir 50 Persen

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:06 WIB

Duel Raksasa Warnai Perempat Final Piala Dunia 2026, Delapan Tim Terbaik Berebut Tiket Semifinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:57 WIB

Jaringan Internasional Pemerkosaan dengan Obat Bius Terbongkar, Ratusan Tersangka Diselidiki

Senin, 6 Juli 2026 - 07:35 WIB

Kejutan Besar: Brasil Tumbang, Haaland Bawa Norwegia Melaju ke Perempat Final

Berita Terbaru