KompasReal.id, Kisah Aisyah Bahar (22), seorang alumni berprestasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, baru-baru ini viral dan membuat jutaan netizen di Indonesia meneteskan air mata sekaligus merasa iri akan cara kepulangannya. Di usianya yang masih sangat muda, Aisyah dikenal sebagai sosok yang tidak hanya cemerlang dalam pendidikan, tetapi juga sangat taat dan konsisten menjaga ibadah sunnahnya, menjadikannya pribadi yang istimewa di mata keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Pada pagi yang tenang di hari kejadian, suasana rumah Aisyah dipenuhi dengan keberkahan. Usai menunaikan shalat Subuh berjamaah dan menjalankan ibadah puasa sunnah Senin-Kamis, ia duduk bersimpuh di hadapan sang ayah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Di tengah kekhusyukannya membaca firman Allah, tiba-tiba tubuh Aisyah melemas, dan dengan kesadaran penuh ia sempat meminta ayahnya untuk menuntunnya mengucapkan kalimat Syahadat.
Tak lama kemudian, Aisyah menghembuskan napas terakhirnya dengan sangat tenang dalam dekapan sang ayah. Kepergiannya terjadi tepat saat ia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian masuk kerja, mengajarkan kepada kita semua bahwa maut tidak pernah menunda dan tidak mengenal usia. Momen yang mengharukan ini menjadi bukti nyata bahwa persiapan terbaik untuk kematian adalah dengan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kisah ini menjadi semakin mengharukan ketika diketahui bahwa dua saudara laki-laki Aisyah juga wafat dalam keadaan yang serupa, yaitu saat sedang melaksanakan ibadah shalat. Keluarga ini seolah menjadi contoh nyata yang dipilih untuk menunjukkan kepada dunia tentang indahnya Husnul Khatimah (akhir yang baik), di mana satu per satu anggota keluarganya dipanggil dalam kondisi terbaik di hadapan Allah SWT.
Bagi banyak orang, kisah Aisyah Bahar adalah pengingat bahwa kesuksesan sejati bukanlah semata-mata tentang gelar sarjana atau pekerjaan impian. Kepergiannya yang begitu indah meninggalkan kesan mendalam bahwa makna hidup yang hakiki adalah bagaimana kita mengakhiri perjalanan di dunia ini dalam keadaan terbaik, mengajarkan kita bahwa bagaimana kita hidup akan sangat menentukan bagaimana kita akan mati.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: KompasReal.id













