Sahur Sebutir Telur, Menyimpan Raksasa Al-Qur’an”

Redaksi

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KompasReal.id, Di sebuah rumah sederhana yang jauh dari gemerlap dunia, hiduplah Umi Ade bersama delapan putra-putrinya. Usia tak lagi muda, namun semangatnya membesarkan generasi penghafal Al-Qur’an tak pernah pudar. Dengan segala keterbatasan, ia berhasil mendidik anak-anaknya hingga hafal kitab suci, sebuah pencapaian yang membuat iri para orang tua yang bergelimang harta. Delapan permata hati itu semuanya adalah penghafal Qur’an, cahaya Al-Qur’an menerangi setiap sudut rumah mungil mereka, meski lampu minyak kadang menjadi penerang saat listrik padam karena tak mampu membayar.

 

Tiga di antara mereka kini telah tumbuh menjadi ustadzah, mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak lain di lingkungan sekitar. Namun ironi kehidupan kembali menghantam, gaji mengajar yang mereka terima bahkan lebih rendah dari guru honorer, hanya cukup untuk kebutuhan pribadi yang terbatas. Pengabdian kepada agama seolah harus dibayar dengan kesabaran ekstra, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Tak jarang, honor yang diterima habis untuk ongkos perjalanan mengajar atau sekedar membeli segenggam nasi untuk dimakan sendiri, tanpa bisa berbagi banyak di rumah.

 

Bulan Ramadhan yang seharusnya penuh keberkahan justru menjadi ujian paling berat. Menu sahur hanya sebutir telur yang harus dibagi beramai-ramai, bukan karena ingin merasakan nikmatnya puasa sunnah, tetapi karena memang tidak ada yang bisa dimakan. Anak-anak penghafal Qur’an itu menjalani hari-hari dengan perut kosong, namun lisan mereka tak pernah berhenti melantunkan ayat-ayat suci. Di saat anak-anak lain berbuka dengan aneka hidangan manis, mereka bersyukur jika ada air putih dan sepotong kurma pemberian tetangga. Puasa mereka jalani bukan karena pilihan, tetapi karena ketiadaan.

 

Alhamdulillah, di tengah keprihatinan yang mendalam, uluran tangan orang baik mulai menghampiri. Seseorang yang mengetahui kondisi Umi Ade dan anak-anaknya tergerak hati untuk berbagi sedikit rezeki, memberi secercah harapan di tengah kegelapan. Bantuan itu mungkin tak seberapa bagi sebagian orang, namun bagi keluarga ini, itu adalah pertolongan Allah yang datang di saat paling dibutuhkan. Kehangatan berbagi membuat bulan Ramadhan tahun ini terasa lebih bermakna, meski masih dalam kesederhanaan.

Baca Juga :  Cahaya Kemenangan di Bulan Suci

 

Kisah Umi Ade dan delapan penghafal Qur’an ini menjadi cermin bagi kita semua, bahwa kemuliaan tak selalu berbanding lurus dengan kekayaan dunia. Namun harapan besar tetap tersemat, semoga para penghafal Al-Qur’an ini mendapat perhatian yang layak, dan para ustadzah yang mengajar dengan ikhlas itu mendapatkan gaji yang pantas dari pemerintah, tidak hanya bergantung pada keikhlasan orang tua murid. Mereka telah menjaga kalamullah di dada, sudah sepantasnya negara hadir memastikan perut mereka juga terisi, agar cahaya Al-Qur’an terus bersinar tanpa padam oleh lapar.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cahaya Kemenangan di Bulan Suci
Jangan Lupa, Limpahkan Amal
Berbagi Takjil, Berbagi Berkah 
Malam Nuzulul Qur’an: Kelebihan dan Makna
Aturan Puasa di Malaysia yang Bikin Kaget! 
Ujian dari Allah: Kesempatan untuk Meningkat
Puasa, Iman, dan Transformasi Diri”
Berburu Takjil di Seputaran Mesjid Agung Alabror Kota Padangsidimpuan Menjelang Maghrib 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:39 WIB

Cahaya Kemenangan di Bulan Suci

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:50 WIB

Jangan Lupa, Limpahkan Amal

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:11 WIB

Berbagi Takjil, Berbagi Berkah 

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:46 WIB

Malam Nuzulul Qur’an: Kelebihan dan Makna

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:40 WIB

Aturan Puasa di Malaysia yang Bikin Kaget! 

Berita Terbaru

Padangsidimpuan

Halal Bihalal JMSI TABAGSEL: Bersatu dan Solid dalam Kebersamaan

Kamis, 26 Mar 2026 - 22:32 WIB