Respons Dingin Iran Uji Ambisi Mediasi Global Prabowo

Redaksi

- Editor

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk memainkan peran sebagai penengah dalam konflik global langsung menghadapi ujian berat. Rencananya untuk terbang ke Teheran guna menawarkan mediasi bagi penyelesaian konflik yang melibatkan Iran, disambut dengan respons dingin dari Duta Besar Iran untuk Indonesia. Sikap Tehran ini menjadi tantangan nyata bagi “diplomasi kilat” yang hendak dijalankan Indonesia di tengah situasi Timur Tengah yang kian mencekam.

Duta Besar Iran dengan tegas menyatakan bahwa di tengah agresi militer yang masih berlangsung, upaya negosiasi atau diplomasi meja bundar dinilai “tak berguna” dan tidak relevan bagi negaranya. Iran memandang bahwa mediasi tidak akan membuahkan hasil selama pihak agresor tidak menghentikan serangan dan menarik pasukannya secara total. Fokus utama Teheran saat ini adalah pada pertahanan nasional dan pembalasan atas kematian pemimpin mereka, sehingga pembicaraan damai dianggap sebagai langkah yang prematur.

Lebih dalam lagi, respons ini mencerminkan tingginya rasa ketidakpercayaan Iran terhadap proses diplomasi internasional yang selama ini dinilai kerap memihak kepentingan negara-negara adidaya. Menurut Dubes, mediasi hanya bisa terjadi jika ada keadilan hukum internasional yang ditegakkan terhadap pihak-pihak yang memulai peperangan. Iran khawatir bahwa tanpa jaminan keamanan dan pengakuan atas pelanggaran kedaulatan, pembicaraan damai hanya akan menjadi alat bagi pihak Barat untuk menunda respons militer yang telah direncanakan Tehran.

Meskipun mengapresiasi niat baik Indonesia sebagai negara sahabat, sikap keras Iran ini menjadi sinyal bahwa mediasi fisik bukanlah langkah awal yang tepat. Mereka justru berharap Indonesia dapat menggunakan pengaruhnya di organisasi internasional untuk memberikan tekanan politik yang kuat agar serangan militer segera dihentikan. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa membangun rasa saling percaya melalui forum-forum multilateral lebih diutamakan daripada kunjungan diplomatik langsung saat situasi masih diliputi permusuhan terbuka.

Baca Juga :  JMSI Jangkau Kelompok Mahasiswa untuk Sambungkan Gagasan Positif

Kendati mendapat respons yang kurang optimis, pemerintah Indonesia tampaknya tetap pada rencana awalnya untuk terus membuka jalur komunikasi. Keberanian Presiden Prabowo untuk tetap menawarkan diri sebagai penengah di tengah penolakan Iran menunjukkan ambisi Indonesia untuk berperan lebih dari sekadar penonton dalam krisis global. Kini dunia menanti apakah kunjungan tersebut akan tetap terlaksana dan apakah Indonesia mampu melunakkan sikap keras Teheran agar mau kembali ke meja perundingan demi stabilitas dunia, atau justru situasi akan terus memburuk.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: https://Lininasional

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mitra Program MBG Keberatan Penghentian Sementara Saat Libur, Khawatir Berdampak pada Usaha dan Pekerja
Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan
Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga
MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 
Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen
Pengumuman Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026, Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Seleksi Transparan dan Berkualitas
Wujud Kepedulian Sesama, Kodam XII/Tanjungpura Bagikan Nasi Kotak dalam Aksi Jumat Berkah
TNI AL Satgas Yonif 2 Marinir dan Kodim 1703/Deiyai Bersinergi Bangun Harapan Warga Melalui Jembatan Garuda
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 08:18 WIB

Mitra Program MBG Keberatan Penghentian Sementara Saat Libur, Khawatir Berdampak pada Usaha dan Pekerja

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:43 WIB

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:23 WIB

Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:58 WIB

MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 

Senin, 15 Juni 2026 - 01:23 WIB

Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen

Berita Terbaru

Sumatera Barat

TRUK MIRING HAMBAT ARUS LALU LINTAS DI JALAN PANTI–SIMPANG EMPAT

Senin, 22 Jun 2026 - 07:15 WIB