ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana

Vritime

- Editor

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id – Indonesia Open Network (ION) resmi memulai langkah awal menuju peluncuran nasionalnya melalui ION Launch Workshop yang digelar di SMESCO, Jakarta, Senin (19/5/2026). Workshop yang akan dilaksanakan selama empat hari tersebut menjadi tahapan penting dalam persiapan peluncuran ION yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 dan ditargetkan menjadi fondasi baru ekosistem perdagangan digital terbuka di Indonesia.

Berbeda dengan marketplace pada umumnya, ION hadir bukan sebagai platform tertutup yang mengendalikan seluruh transaksi dan pengguna. ION dirancang sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) atau infrastruktur digital publik yang memungkinkan berbagai aplikasi, penyedia logistik, layanan pembayaran, UMKM, hingga pengembang teknologi terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka yang saling terintegrasi.

Workshop tersebut mempertemukan berbagai mitra ekosistem yang akan terlibat dalam fase implementasi awal, mulai dari sektor perbankan, logistik, teknologi, pembayaran digital, hingga pengembang aplikasi yang dipersiapkan untuk fase go-live.

Dalam sambutannya, Sachin V Gopalan dari ION Accelerator mengatakan Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang mengembangkan model open commerce berbasis jaringan terbuka. Namun, menurutnya Indonesia membawa pendekatan yang lebih mutakhir.

“Indonesia menghadirkan teknologi open commerce terbaru dan paling modern sebagai Digital Public Infrastructure. Sistem yang dibangun di Indonesia juga menggunakan pendekatan AI-first dan teknologi agent-native,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan ION di Indonesia juga diproyeksikan menjadi pintu menuju integrasi perdagangan digital lintas negara di kawasan ASEAN.

Ketua Steering Committee ION, Dr. Bayu Prawira Hie menjelaskan peluncuran ION ditargetkan berlangsung pada awal Juli dan diharapkan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Peresmian itu direncanakan melibatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari tindak lanjut kerjasama digital kedua negara.

Namun menurut Dr. Bayu, peluncuran tersebut bukan sekadar acara seremonial.

“Pada akhirnya yang paling penting adalah implementasi di lapangan. Implementasi itulah yang ingin kami tampilkan saat peresmian nanti,” katanya.

Dari Platform Tertutup Menuju Jalan Raya Digital

Konsep utama ION sepanjang workshop dijelaskan melalui pendekatan yang berbeda dari platform digital saat ini.

Baca Juga :  BP Tapera Perluas Akses KPR FLPP bagi Pekerja Non-Fixed Income, Penghuni New Bukit Tentrem Rasakan Manfaatnya

Dr. Bayu menggambarkan ION sebagai sebuah jalan raya digital yang dapat digunakan banyak pihak.

“Kalau platform yang ada sekarang, pintu masuk dan pintu keluarnya dimiliki oleh satu perusahaan. Kalau ION, kami membangun satu jalan, sementara pihak lain bisa membuat pintu masuk dan pintu keluarnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Dr. Bayu, pendekatan tersebut memungkinkan lebih banyak pihak membangun layanan di atas jaringan yang sama tanpa harus bergantung pada satu perusahaan besar.

Pandangan itu diperkuat oleh Advisory Council Member ION, T Koshy yang menilai tantangan terbesar justru mengubah cara berpikir industri digital.

“ION bukan platform,” tegas Koshy.

Menurutnya, perdagangan digital selama ini cenderung memusatkan pengguna di satu platform besar. Model open network justru dibangun agar pembeli dan penjual memiliki akses yang lebih terbuka.

“Bayangkan besarnya kekuatan yang diberikan kepada pembeli dan penjual,” katanya.

Ia mencontohkan pelaku usaha kecil nantinya cukup membuat katalog satu kali, lalu produk mereka dapat ditemukan di berbagai aplikasi berbeda.

“Setiap produk atau layanan yang bisa dibuat dalam bentuk katalog dapat masuk ke jaringan ini,” ujarnya.

Menargetkan Satu Juta Seller dan Ekosistem Nasional

Dalam pemaparannya, Sachin mengungkapkan pemerintah saat ini telah memvalidasi sekitar 30 juta UMKM aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta dinilai telah siap masuk ke perdagangan digital.

Dari angka itu, ION menargetkan 100 ribu seller pada akhir tahun sebelum berkembang menuju satu juta seller pada tahap berikutnya.

Berbagai pihak telah terlibat dalam pengembangan awal, mulai dari BRI, Flip, Padi UMKM, SiCepat, perusahaan teknologi, asosiasi logistik, hingga pengembang aplikasi lain.

Sementara itu, Chief Architect ION, Binu Raj mengajak peserta workshop melihat ION sebagai proyek jangka panjang yang dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kita semua sedang menjadi bagian dari pertumbuhan sesuatu yang sebesar internet,” katanya.

Baca Juga :  Di Balik Perjalanan Nyaman, Begini Cara LRT Jabodebek Menjaga Kebersihan Stasiun dan Kereta Setiap Hari

Ia menyebut ION sebagai “internet untuk perdagangan” yang keberhasilannya tidak diukur dalam hitungan bulan, melainkan tahun bahkan dekade.

“Bukan hanya kami yang membangun ION. Semua orang di ruangan ini adalah pendiri ION,” ujarnya.

Di sisi lain, Dr. Bayu menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukan hanya membangun teknologi.

“Ini adalah proyek untuk kebaikan ekonomi semua orang,” katanya.

Menurut Dr. Bayu, pengembangan ION nantinya juga akan disertai pelatihan dan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal.

Ia menilai keberhasilan jaringan terbuka tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami cara memanfaatkannya agar akses digital benar-benar dapat dirasakan secara luas.

“Kalau ada jalan tapi hanya sedikit orang yang tahu cara menggunakannya, dampaknya juga akan terbatas,” ujarnya, menggambarkan pentingnya membangun ekosistem yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengguna.

Peluncuran pada Juli mendatang memang baru menjadi langkah awal. Namun, jika demonstrasi transaksi perdana berhasil berjalan sesuai rencana, ION akan memulai fase berikutnya untuk memperluas jaringan, menambah mitra, serta membangun ekosistem digital yang lebih matang di berbagai sektor.

Apabila peluncuran tersebut menjadi momen “pecah telur”, seperti istilah yang digunakan Dr. Bayu, workshop perdana di SMESCO hari ini dapat menjadi fondasi awal lahirnya jalan raya digital baru yang kelak menghubungkan jutaan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terhubung, dan inklusif.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar
Perkuat Pendekatan Persuasif kepada Debitur, BRI Finance Catat Penurunan Penarikan Kendaraan 78,72%
Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar
BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo
Selaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan
BRI Region 6 dan BPBD Jaksel Uji Kesiapsiagaan Operasional Melalui Simulasi BCM
Fajir sebagai Top Scorer Geothermal League 2026, Pekerja BRI Lengkapi Dominasi Gemilang Tim Mini Soccer BRI Region 6
Asia Afrika Festival 2026 Digelar Akhir Pekan di Kota Bandung, KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang ke Stasiun Lebih Awal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Pendekatan Persuasif kepada Debitur, BRI Finance Catat Penurunan Penarikan Kendaraan 78,72%

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:57 WIB

Selaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Berita Terbaru