Harga Emas Dunia dan Lokal Melonjak, Tembus Level Tertinggi dalam Sejarah

KompasReal.id

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Harga emas dunia dan dalam negeri mengalami pelonjakan signifikan pada pekan ini, menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Di pasar spot global, harga emas sempat menyentuh level sekitar USD 2.450 per troy ounce, sementara di dalam negeri harga emas Antam melampaui Rp 1,4 juta per gram. Kenaikan ini didorong oleh sentimen ketidakpastian geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS (The Fed), dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Di panggung global, tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur terus memicu aksi safe-haven, di mana investor beramai-ramai memindahkan aset mereka ke instrumen yang dianggap aman seperti emas. Selain itu, sinyal dari The Fed yang mulai menunjukkan kecenderungan untuk menurunkan suku bunga di akhir tahun 2024 atau awal 2025 turut memperlemah Dolar AS. Melemahnya Dolar membuat emas yang berdenominasi mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.

Di pasar domestik, kenaikan harga emas diperparah oleh melemahnya nilai tukar Rupiah yang menyentuh level Rp 16.300-an per Dolar AS. Karena harga emas lokal sangat dipengaruhi oleh harga internasional dan kurs, depresiasi Rupiah memberikan tekanan tambahan pada kenaikan harga. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan emas fisik dari masyarakat, baik untuk investasi jangka panjang maupun kebutuhan perhiasan menyambut musim pernikahan.

Lonjakan harga ini menciptakan dua situasi yang bertolak belakang di kalangan pelaku pasar. Di satu sisi, para investor dan pemegang emas lama mengalami keuntungan portofolio (capital gain) yang besar. Namun di sisi lain, konsumen dan pembeli ritel, terutama calon pengantin, harus merogoh kocek lebih dalam. Pegadaian dan toko emas melaporkan peningkatan volume penjualan emas batangan, tetapi juga kenaikan permintaan gadai emas oleh masyarakat yang membutuhkan likuiditas tunai.

Baca Juga :  Luffmild, Rokok Ilegal yang Mulai Langka di Sidimpuan, Keuntungan Mencapai Setara Rokok Berlabel Cukai

Analis memprediksi volatilitas harga emas masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan, sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi AS dan dinamika geopolitik. Meski tren jangka panjang masih dianggap kuat (bullish), investor diimbau untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru membeli di saat harga mencapai puncak (buying high). Bagi masyarakat, emas tetap direkomendasikan sebagai instrumen lindung nilai (hedging), namun dengan strategi pembelian bertahap (dollar cost averaging) untuk memitigasi risiko.

 

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas
Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%
Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak
Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed
THINC Indonesia 2026 Mengungkap Masa Depan Hospitality dan Destinasi Baru
Hisense Hadirkan True-to-Life Color, Kenyamanan Mata, dan Hiburan Imersif di IFA 2026
BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta
LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:25 WIB

Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Kamis, 17 September 2026 - 18:01 WIB

Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

Kamis, 17 September 2026 - 15:08 WIB

Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

Kamis, 17 September 2026 - 14:06 WIB

THINC Indonesia 2026 Mengungkap Masa Depan Hospitality dan Destinasi Baru

Berita Terbaru