Tiga Dosen dari Pematangsiantar Masuk Daftar 5% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

Paruhum Nasution

- Editor

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Pematangsiantar – Tiga dosen STIKOM Tunas Bangsa, Pematangsiantar, Sumatera Utara, masuk dalam daftar World’s Top 5% Scientists 2025 yang dirilis oleh SciRank Global. Pemeringkatan tersebut menempatkan mereka di antara lima persen ilmuwan dengan performa penelitian terbaik berdasarkan indikator yang digunakan lembaga tersebut.

Ketiga akademisi yang masuk dalam daftar itu adalah Dr. Agus Perdana Windarto, S.Kom., M.Kom, Dr. Anjar Wanto, S.Kom., M.Kom, dan Dr. Dedy Hartama, S.T., M.Kom.

Mereka merupakan dosen yang aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang Artificial Intelligence, Data Science, Data Mining, Deep Learning, sistem pendukung keputusan, serta teknologi informasi.

Masuknya ketiga dosen tersebut menjadi perhatian karena berasal dari perguruan tinggi yang berlokasi di Pematangsiantar, kota terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Medan.

Di tengah persaingan publikasi ilmiah yang semakin ketat di tingkat global, peneliti dari perguruan tinggi daerah juga menunjukkan keterlibatan yang signifikan dalam menghasilkan karya ilmiah dan membangun kolaborasi riset internasional.

SciRank Global sendiri merupakan platform pemeringkatan ilmuwan yang melakukan analisis terhadap jutaan peneliti aktif dan publikasi ilmiah dari berbagai negara.

Sistem ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk mengukur kinerja penelitian berdasarkan produktivitas dan dampak ilmiah yang dihasilkan seorang peneliti.

Dalam metodologinya, SciRank Global menggabungkan dua komponen utama, yakni jumlah karya ilmiah yang telah terverifikasi sebagai indikator produktivitas serta jumlah sitasi yang diterima sebagai ukuran dampak penelitian.

Kedua indikator tersebut kemudian dinormalisasi menggunakan metode Min-Max Normalization sehingga memungkinkan perbandingan antarpeneliti dari berbagai bidang ilmu dalam satu skala yang sama.

Pendekatan tersebut berbeda dengan sejumlah sistem pemeringkatan akademik lain yang lebih banyak menggunakan indikator seperti h-index, i10-index, atau jumlah sitasi secara langsung.

Baca Juga :  Pulau Simuk Pulih dari Krisis Pangan: Kapal Logistik Kembali Bersandar, Stok Aman untuk 3.000 Jiwa

Sementara itu, pemeringkatan internasional lain seperti Stanford-Elsevier Top 2% Scientists menggunakan kombinasi indikator bibliometrik yang lebih luas, termasuk posisi kepenulisan dalam publikasi dan berbagai ukuran dampak sitasi.v

Hasil pemeringkatan SciRank Global 2025 menunjukkan bahwa publikasi ilmiah yang dihasilkan ketiga dosen STIKOM Tunas Bangsa memiliki tingkat produktivitas dan dampak yang memenuhi kriteria penilaian lembaga tersebut.

Capaian ini juga menambah daftar akademisi Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan ilmuwan tingkat global.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas riset dan publikasi ilmiah, kehadiran akademisi dari berbagai daerah dalam pemeringkatan internasional menunjukkan bahwa aktivitas penelitian tidak hanya terpusat di perguruan tinggi besar, tetapi juga berkembang di berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. (r)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerja Sama BPJS TK Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi, Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi
Jasaviral Catat 4,8 Juta Order Sejak 2015, Perluas Layanan Social Media Marketing di 2026
Penasehat KAHMI Sumut Silaturahmi, Syahrul: Kebersamaan Harus Tetap Dipertahankan
Isi Kemerdekaan dengan Kebersamaan: LMP Tapanuli Selatan Gelar Lomba Rakyat Meriah di Angkola Muaratais
Lagi-Lagi Kapten Ary Andika Bawa Gema FC Padang Sabet Gelar Juara Fourfeo Medan Cup 2026
Sinergi Dukung Rehabilitasi: Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Harap Kolaborasi Luas, Pemko Siap Buka Ruang Kerja Sama
VRITIMES Hadirkan Solusi SEO, AIO, dan Brand Awareness di IBW 2026
BRI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, NPF Turun Menjadi 1,82% hingga Juli 2026
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:58 WIB

Kerja Sama BPJS TK Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi, Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Jasaviral Catat 4,8 Juta Order Sejak 2015, Perluas Layanan Social Media Marketing di 2026

Kamis, 3 September 2026 - 23:35 WIB

Penasehat KAHMI Sumut Silaturahmi, Syahrul: Kebersamaan Harus Tetap Dipertahankan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kebersamaan: LMP Tapanuli Selatan Gelar Lomba Rakyat Meriah di Angkola Muaratais

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Lagi-Lagi Kapten Ary Andika Bawa Gema FC Padang Sabet Gelar Juara Fourfeo Medan Cup 2026

Berita Terbaru