MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id, Diawal Acara diskusi berjalan kondusif namun tiba tiba sekelompok massa mahasiswa datang dan membubarkan acara kopdar.acara yang diselenggarakan platform media diskusi total politik di auditorium Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM pada 15 Juni 2026 berakhir ricuh.

 

acara yang bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa yang mengundang Wamentan Sudarsono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BP TASKIN RI Budiman Sudjatmiko sebagai pembicara.

 

Diawal acara, audiens yang terdiri dari mahasiswa mengikuti acara dengan kondusif dan antusias, tapi ketika Budiman Sudjatmiko berbicara, tiba-tiba sekelompok mahasiswa datang membunyikan suara sirene sambil berteriak-teriak, agar acara dibubarkan.

 

Sudaryono, Nusron, Budima Sudjatmiko, panitia acara dan pihak keamanan mencoba menenangkan mahasiswa mengajak mereka berdiskusi dan berdialog. Namun ditolak.

 

Dengan terpaksa Sudaryono, Nusron dan Budiman Sudjatmiko keluar dari acara, yang mereka anggap tidak kondusif.

 

“acara ini sudah direncanakan sejak lama dan bukan yang pertama, kami hadir untuk berdialog dan mendengar pendapat tentang apa saja, tapi tiba-tiba sekelompok mahasiswa datang dan membubarkan acara ” Ucap Sudaryono.

 

Saat tiba dimobil, Sudaryono dan Nusron kembali dicegat oleh sekelompok mahasiswa yang membuat ricuh dan mengajak mereka kembali berdialog.

 

Sudaryono dan Nusron kembali turun dan mencoba berdialog dengan para mahasiswa.

 

Mahasiswa pertanyakan tentang pembukaan lahan pertanian di Merauke Papua, mahasiswa menuding pemerintah telah menggusur rakyat Papua.

 

Dengan nada realistis, Nusron mengajak mahasiwa melihat langsung kondisi di Merauke. “Sekarang begini mas, kalau mas katakan saya menggusur rakyat Papua,kapan mau saya ajak langsung melihat kondisi disana” Ucap Nusron.

 

Sejumlah mahasiswa menolak ajakan Nusron. Melihat dialog yang tidak lagi produktif, Sudaryono dan Nusron meninggalkan lokasi dengan rasa kecewa.(KR 07)

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru