HIPSI Keluhkan Pencemaran Sungai: Ampas Tahu Dibuang, Padahal Bernilai Ekonomi

Paruhum Nasution

- Editor

Senin, 22 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Padangsidimpuan – Ketua Umum Himpunan Penjala Sungai Indonesia (HIPSI), Darman Lubis, menyampaikan keluhan terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ampas tahu ke aliran Sungai Aek Sibontar.

Limbah tersebut diduga dibuang oleh sejumlah pengusaha tahu dan tempe yang beroperasi di Lingkungan VI dan VII, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Mewakili pengurus HIPSI Kota Padangsidimpuan dan para penjala ikan, Darman menegaskan bahwa pembuangan limbah ini dapat menurunkan kadar oksigen di dalam air.

Proses pembusukan bahan organik dari ampas tahu dikhawatirkan akan mematikan berbagai jenis biota yang hidup di sungai tersebut.

“Kami sangat menyesalkan perbuatan ini, karena sudah tergolong sebagai pencemaran lingkungan. Padahal, ampas tahu justru memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan cara yang baik dan benar,” ujar Darman usai melakukan survei ke lokasi, Senin (22/6/2026).

Lokasi yang ditinjau merupakan kawasan lubuk larangan yang rencananya akan dibuka untuk umum dalam waktu dua pekan ke depan.

Menurutnya, jika dibiarkan menumpuk dalam jumlah banyak, kandungan zat dalam ampas tahu akan menurunkan kualitas air secara drastis. Dampak yang sudah terasa saat ini adalah penurunan hasil tangkapan ikan secara signifikan.

Selain menimbulkan bau yang menyengat, keberadaan limbah ini ditambah sampah plastik dan limbah lainnya membuat ikan semakin sulit ditemukan, serta jaring penjala sering tersangkut tumpukan sampah.

“Kami berharap hal ini menjadi perhatian serius instansi terkait, terutama Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan,” tegasnya.

Darman menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat buruk atau sentimen terhadap para pengusaha. Ia hanya menyampaikan keluhan nyata dari para penjala yang pendapatannya menurun drastis setiap kali lubuk larangan dibuka.

Baca Juga :  Polres Padangsidimpuan Gelar Panen Raya Jagung Kuartal II 2026, Targetkan 90 Ton Hasil Panen

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Daerah melalui dinas terkait segera meninjau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Keberlangsungan penggemar penjala ikan sangat bergantung pada kondisi sungai yang bersih dan terjaga kualitasnya. (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Padangsidimpuan Amankan Terduga Pengedar Ganja, Sita Lebih dari 2 Kilogram Barang Bukti
Kapolres Padangsidimpuan Cup 2026 Sukses Digelar, Nuzul Raih Juara Tunggal Umum
Kapolres Padangsidimpuan Anjangsana ke Warakawuri, Wujud Kepedulian dalam HUT Bhayangkara ke-80
Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Turnamen Tenis Meja Kapolres Cup Digelar
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bersama Komisi IX DPR RI, Masyarakat Padangsidimpuan Diberi Pemahaman Perlindungan Jaminan Sosial
Polres Padangsidimpuan Umumkan Para Juara Lomba HUT Bhayangkara ke-80, SMKN 1 dan UIN Syahada Raih Prestasi Gemilang
Sihar Sitorus Sosialisasikan Program JKN-KIS, Ajak Warga Padangsidimpuan Aktif Jadi Peserta BPJS Kesehatan
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Tapsel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 23:00 WIB

HIPSI Keluhkan Pencemaran Sungai: Ampas Tahu Dibuang, Padahal Bernilai Ekonomi

Senin, 22 Juni 2026 - 16:50 WIB

Polres Padangsidimpuan Amankan Terduga Pengedar Ganja, Sita Lebih dari 2 Kilogram Barang Bukti

Senin, 22 Juni 2026 - 16:47 WIB

Kapolres Padangsidimpuan Cup 2026 Sukses Digelar, Nuzul Raih Juara Tunggal Umum

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Padangsidimpuan Anjangsana ke Warakawuri, Wujud Kepedulian dalam HUT Bhayangkara ke-80

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:41 WIB

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Turnamen Tenis Meja Kapolres Cup Digelar

Berita Terbaru