Tapsel Bangkit: Gotong Royong Warga Usai Banjir Hantam Tiga Desa

Redaksi

- Penulis

Jumat, 6 Desember 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:  Gotong royong warga Tapsel membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak banjir.

i

Keterangan Foto: Gotong royong warga Tapsel membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak banjir.

Tapanuli Selatan, KompasReal.com – Tiga desa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yaitu Desa Sipange Siunjam, Hurase, dan Huta Padang, kini berangsur pulih setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Keuletan dan semangat gotong royong warga menjadi kunci utama dalam proses pemulihan ini. Lebih dari 400 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Forkopimcam, bahu-membahu membersihkan rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir. Proses pembersihan yang melibatkan berbagai alat berat dan manual ini menunjukkan solidaritas yang luar biasa di tengah musibah.

“Kami mengajak masyarakat, TNI, POLRI, Satpol PP, dan Forkopimcam untuk bergotong royong membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Ini merupakan bentuk solidaritas kita bersama pasca bencana,” ungkap Plt. Kepala BPBD Tapsel, P. Mashuri, saat diwawancarai pada 5 Desember 2024

Selain membersihkan puing-puing dan lumpur, kegiatan gotong royong ini juga mencakup penyuluhan kepada warga tentang mitigasi bencana. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Plt. Kepala BPBD Tapsel menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak dalam mempercepat pemulihan.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang terdampak bencana agar dapat segera dipergunakan kembali oleh masyarakat,” tambah Mashuri.

Ia optimistis, dengan semangat gotong royong yang tinggi, ketiga desa tersebut akan pulih lebih cepat dan kehidupan masyarakat kembali normal.

Proses pemulihan tidak hanya terfokus pada pembersihan fisik, tetapi juga mencakup aspek psikososial warga yang kehilangan harta benda. Dukungan moril dan bantuan dari berbagai pihak menjadi penopang semangat warga untuk bangkit dari musibah ini. Pemerintah daerah Tapsel juga berkomitmen untuk memberikan bantuan dan pendampingan kepada warga terdampak.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis
Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes
Strategi Kesehatan: Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Susah Makan Secara Efektif
Kecelakaan Maut Bus ALS vs Betor di Sihitang, Sopir Meninggal di Tempat
Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri
Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional
MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:19 WIB

Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:04 WIB

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:49 WIB

Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes

Minggu, 12 April 2026 - 13:01 WIB

Strategi Kesehatan: Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Susah Makan Secara Efektif

Jumat, 3 April 2026 - 10:50 WIB

Kecelakaan Maut Bus ALS vs Betor di Sihitang, Sopir Meninggal di Tempat

Berita Terbaru