Apa Itu Bencana Geo-Hidrometeorologi? Simak Penjelasan BMKG

Redaksi

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal, Jakarta – Istilah bencana geo-hidrometeorologi sering muncul dalam laporan resmi BMKG maupun BNPB, terutama saat musim penghujan atau ketika terjadi bencana alam. Namun, banyak yang belum memahami apa sebenarnya makna dari istilah tersebut.

Lantas, apa yang dimaksud dengan bencana geo-hidrometeorologi?

Pengertian Bencana Geo-Hidrometeorologi

Mengutip dari situs KMS BMKG, bencana geo-hidrometeorologi merupakan gabungan dari dua jenis bencana, yaitu geologi dan hidrometeorologi. Bencana ini muncul akibat keterkaitan antara kondisi geologi seperti struktur tanah atau topografi, dengan fenomena meteorologi dan hidrologi seperti hujan ekstrem, banjir, dan angin kencang.

“Penambahan kata ‘geo’ pada istilah ‘bencana geo-hidrometeorologi’ merujuk pada bencana yang terjadi akibat adanya pergerakan lempeng (tektonik), seperti halnya gempabumi, tanah longsor, dan tsunami. Sehingga, maksud dari bencana geo-hidrometeorologi yaitu multi bencana yang terjadi akibat adanya fenomena kebumian, cuaca, maupun iklim ekstrim,” tulis BMKG.

Karena sifatnya lintas faktor, bencana geo-hidrometeorologi bisa menimbulkan dampak luas. Misalnya, hujan lebat di daerah dengan struktur tanah yang labil dapat memicu tanah longsor. Begitu juga banjir rob di pesisir yang dipengaruhi kondisi pasang laut dan curah hujan tinggi.

Contoh Bencana Geo-Hidrometeorologi

BMKG menyebut beberapa jenis bencana yang termasuk dalam kategori ini, antara lain:

  • Banjir dan banjir bandang akibat curah hujan tinggi.
  • Tanah longsor yang dipicu hujan di daerah berbukit atau pegunungan.
  • Kekeringan saat curah hujan menurun drastis.
  • Gelombang tinggi dan rob di wilayah pesisir.
  • Puting beliung atau angin kencang akibat dinamika atmosfer.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa bencana geo-hidrometeorologi tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca, tetapi juga kondisi geologi dan lingkungan setempat.

Lebih lanjut, BMKG menegaskan pentingnya memahami karakteristik bencana geo-hidrometeorologi untuk memperkuat mitigasi bencana. Selain itu, upaya kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban dan kerugian. (KR/dn)

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Rabu 4 Februari 2026, Hujan Ringan Dominasi Sejumlah Kota

 

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keteguhan di Tengah Badai: Terinspirasi Nabi Nuh, David Steward Bangun Kerajaan Teknologi Rp 285 Triliun
Berlaku 2 Januari 2026: Ini Daftar Lengkap Perbuatan yang Dapat Dipidana dalam KUHP Nasional
Amru Lubis: Dari Jurnalis Lokal Hingga Penguji Kompetensi Wartawan
​5 Jurusan SMK yang Lulusannya Paling Dicari di Luar Negeri, Peluang Gaji Capai Rp 30 Juta!
5 Cara Efektif Mengatur Jadwal Belajar Agar Lebih Produktif
Jadi Ujian Seleksi Masuk PTN 2026, Cek Perbedaan TKA dan UTBK
Jurus AWS Bikin Siswa Indonesia Jadi Talenta AI Masa Depan
Gen Z: Memahami Profil Demografi yang Dibentuk oleh Era Digital dan Kesadaran Sosial
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:11 WIB

Keteguhan di Tengah Badai: Terinspirasi Nabi Nuh, David Steward Bangun Kerajaan Teknologi Rp 285 Triliun

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:08 WIB

Berlaku 2 Januari 2026: Ini Daftar Lengkap Perbuatan yang Dapat Dipidana dalam KUHP Nasional

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:44 WIB

Amru Lubis: Dari Jurnalis Lokal Hingga Penguji Kompetensi Wartawan

Minggu, 2 November 2025 - 16:03 WIB

​5 Jurusan SMK yang Lulusannya Paling Dicari di Luar Negeri, Peluang Gaji Capai Rp 30 Juta!

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:37 WIB

5 Cara Efektif Mengatur Jadwal Belajar Agar Lebih Produktif

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB