B50 Gantikan Solar Impor! Indonesia Siap Swasembada Energi di 2026

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 10 Oktober 2025 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Istimewa)

i

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Istimewa)

KompasReal.com, Jakarta – Kabar baik untuk ketahanan energi nasional! Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan Indonesia akan menyetop impor solar mulai semester II-2026, seiring dengan rencana ambisius penerapan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel B50.

“Insyaallah, atas arahan Bapak Presiden, 2026 kita dorong ke B50. Artinya, kita tidak lagi impor solar ke Indonesia!” tegas Bahlil di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Langkah ini, kata Bahlil, adalah bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi dan mengoptimalkan sumber daya dalam negeri.

Namun, ia mengakui bahwa B50 akan meningkatkan kebutuhan metanol sebagai campuran biodiesel.

“Begitu kita dorong B50, kita pasti butuh impor metanol. Maka, atas arahan Bapak Presiden, kita putuskan untuk membangun pabrik metanol,” ujarnya.

Pembangunan pabrik metanol ini akan menjadi bagian dari proyek hilirisasi gas, memastikan seluruh bahan campuran biodiesel diproduksi di dalam negeri.

“Supaya semua bahan, CPO dan metanol, dianggap produksi dalam negeri. Ini yang kita kejar,” imbuhnya.

Saat ini, tim Kementerian ESDM sedang gencar melakukan pengujian B50 pada berbagai moda transportasi dan alat berat.

“Tim saya sudah masuk pengujian tahap ke-4. Tahun ini diuji di kereta, alat berat, kapal, dan mobil. Insyaallah semester II-2026 kita launching B50,” optimis Bahlil.

Sebelumnya, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani, menyatakan uji coba B50 telah rampung dan tengah mendorong perluasan uji coba pada mobil.

Eniya memproyeksikan Indonesia butuh tambahan produksi 4 juta kiloliter (kl) fatty acid methyl ester (FAME) untuk menjalankan B50 di 2026. Saat ini, total produksi biodiesel untuk B40 sekitar 15,7 juta kl. Untuk B50, diprediksi butuh 19-20 juta kl, sehingga perlu tambahan 4 juta kl FAME. (KR/Bloomberg)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru