KompasReal.id, budaya viral di tahun 2026 didominasi oleh gelombang nostalgia besar-besaran yang dikenal dengan tren “2026 is the new 2016”. Tren ini ramai di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram, di mana generasi muda kembali menghidupkan gaya lama mulai dari musik, fashion, hingga meme khas 2016.
Budaya ini tidak sekadar tren biasa, melainkan bentuk kerinduan terhadap era media sosial yang dianggap lebih sederhana, spontan, dan tidak terlalu dipengaruhi algoritma. Banyak pengguna memilih konten yang “apa adanya” dibandingkan yang terlalu sempurna, sebagai respons terhadap kelelahan digital saat ini.
Selain nostalgia, tren budaya viral juga terlihat dari perubahan gaya hidup, khususnya dalam dunia kuliner. Generasi Z kini menjadikan makanan sebagai bagian dari identitas sosial dan konten digital. Hidangan unik, estetik, dan memiliki “efek visual” lebih mudah viral dan cepat menyebar secara global melalui media sosial.
Di sisi lain, muncul pula tren budaya global seperti fenomena “Chinamaxxing”, di mana sebagian pengguna media sosial mengadopsi gaya hidup dan budaya tertentu sebagai bentuk ekspresi diri atau bahkan sindiran sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya digital kini semakin lintas negara dan kompleks.
Tak kalah menarik, tren “newtro” atau perpaduan gaya lama dan baru juga menjadi sorotan. Banyak orang mulai kembali tertarik pada teknologi dan estetika jadul seperti kamera analog atau gaya retro, sebagai bentuk pelarian dari tekanan dunia digital modern yang serba cepat.
Secara keseluruhan, budaya viral 2026 memperlihatkan bahwa masyarakat global sedang mencari keseimbangan antara masa lalu dan masa kini. Nostalgia, keunikan visual, serta ekspresi diri menjadi kunci utama dalam membentuk tren budaya yang cepat viral di era digital saat ini.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












