Dari Medan Operasi ke Pusaran Politik: Tragedi Batalyon 454 Banteng Raiders

KompasReal.id

- Editor

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com,Jakarta – Batalyon Infanteri 454/Banteng Raiders, satuan elite di bawah Kodam IV/Diponegoro, pernah menempati posisi terhormat dalam sejarah militer Indonesia. Dibentuk pada era revolusi oleh Mayjen Ahmad Yani, batalyon ini dikenal sebagai pasukan tempur andalan yang berperan besar dalam operasi penumpasan pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di wilayah Jawa Tengah pada dekade 1950-an hingga awal 1960-an.

Reputasi Banteng Raiders dibangun melalui operasi-operasi militer yang keras dan berisiko tinggi. Para prajuritnya ditempa dalam perang gerilya di medan pegunungan dan hutan, dengan kemampuan tempur individual yang menonjol dibanding satuan infanteri reguler. Keberhasilan mereka melumpuhkan basis-basis DI/TII menjadikan Batalyon 454 sebagai simbol loyalitas dan keteguhan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun, perjalanan gemilang tersebut berubah drastis pada September 1965. Dalam rangka persiapan peringatan Hari ABRI, Batalyon 454 diperintahkan ke Jakarta. Penugasan ini bertepatan dengan memanasnya situasi politik nasional dan keterlibatan Letkol Untung Syamsuri—mantan perwira yang pernah terkait dengan pembentukan batalyon—dalam Gerakan 30 September (G30S).

Sebagian unsur pasukan yang berada di Jakarta kemudian terseret dalam pusaran peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira tinggi TNI AD. Keterlibatan tersebut, baik karena perintah komando maupun kekeliruan situasional, menyebabkan Batalyon 454 dicap terlibat dalam gerakan kudeta. Saat operasi penumpasan G30S dilakukan oleh RPKAD di bawah kendali Mayor Jenderal Soeharto, pasukan ini menjadi salah satu sasaran pelucutan senjata dan penahanan.

Nasib para prajurit pun berbalik tajam. Dari pasukan elite, mereka berubah menjadi tahanan politik. Sejumlah anggota batalyon menjalani proses peradilan militer, dipenjara dalam waktu lama, termasuk pengasingan ke Pulau Buru, sementara sebagian lainnya menghadapi hukuman berat. Batalyon 454 akhirnya dibubarkan, dan namanya tenggelam dalam stigma politik yang melekat pada tragedi nasional 1965.

Baca Juga :  Kapolres Padangsidimpuan Hormati Sejarah, Ziarah ke Makam Tokoh Agama di Masjid Bersejarah

Sejarah mencatat Batalyon 454 Banteng Raiders sebagai contoh bagaimana satuan tempur profesional dapat terjebak dalam konflik politik di luar medan perang. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa dinamika kekuasaan dapat mengubah arah sejarah militer, dari simbol kepahlawanan menjadi bagian dari tragedi bangsa yang hingga kini masih menyisakan perdebatan.

Sumber:

  • Historia.id, laporan sejarah tentang Batalyon 454 dan peristiwa G30S 1965
  • Wikipedia, entri Batalyon Infanteri 400/Banteng Raiders
  • Studi dan literatur sejarah militer Indonesia era Orde Lama.KR03

Jika ingin, saya  news / depth news)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru