KompasReal.id, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh selama tujuh hari ke depan. Perpanjangan ini dilakukan karena dampak banjir, longsor, dan cuaca ekstrem masih dirasakan di sejumlah kabupaten/kota.
Keputusan tersebut diambil menyusul laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang mencatat masih adanya wilayah terisolasi, kerusakan infrastruktur, serta ribuan warga terdampak akibat bencana alam yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026.
Gubernur Aceh menyampaikan bahwa perpanjangan status darurat diperlukan untuk memastikan proses penanganan darurat, distribusi bantuan logistik, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat berjalan maksimal dan terkoordinasi dengan baik.
Sejumlah daerah yang masih terdampak antara lain Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan beberapa wilayah pantai barat selatan Aceh. Bencana banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan merusak rumah warga, fasilitas umum, serta memutus akses jalan di beberapa titik.
Pemerintah Aceh bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan upaya evakuasi, pembukaan akses jalan, serta pendistribusian bantuan berupa bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga yang terdampak bencana.
Dengan perpanjangan status tanggap darurat ini, Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, serta risiko korban jiwa dapat diminimalisir apabila cuaca ekstrem kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS












