Jaga Reputasi Wartawan Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik

Redaksi

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armansyah Nasution, SH

i

Armansyah Nasution, SH

KompasReal.com, Padangsidimpuan – Menyikapi adanya salah seorang oknum yang mengaku wartawan diduga melakukan upaya pemerasan terhadap warga dengan modus konfirmasi untuk pemberitaan, Wakil Ketua JMSI Tabagsel, Armansyah Nasution, SH angkat bicara.

Arman yang juga pemilik salah satu media ini mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama baik profesi wartawan.

“Reputasi seorang wartawan bisa rusak karena beberapa faktor, termasuk pemberitaan yang tidak akurat, tidak berimbang, atau berpihak, serta perilaku wartawan yang melanggar kode etik jurnalistik,” jelas Arman, Selasa (19/8/2025).

Ia menambahkan, praktik jurnalisme yang buruk, seperti menerima suap atau memeras, juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.

“Wartawan sejati itu terikat pada kode etik yang mengatur standar profesionalisme seorang jurnalis,” ungkap mantan anggota DPRD dua periode ini.

Mengaku wartawan, namun tidak memiliki pengetahuan jurnalistik, tidak paham kode etik, buta dengan UU Pers, Arman sepakat, oknum dimaksud tidak layak disebut atau menyebut diri sebagai wartawan.

Dijelaskan, mengaku wartawan untuk memeras nara sumber serta bernada ancaman, bukanlah wartawan sesungguhnya. Apalagi yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.

Arman juga mengingatkan, sesama wartawan agar tidak saling menjatuhkan atau melakukan pembunuhan karakter terhadap rekan seprofesi.

Menurutnya, etika jurnalistik, yang selama ini menjadi fondasi profesi wartawan, sejatinya satu tubuh, yaitu berdiri bersama untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap media.

“Mari kita jaga reputasi jurnalistik tidak tercoreng. Saatnya kita insan pers ini kembali pada komitmen dasar, yakni menyampaikan kebenaran, menjunjung etika, dan menjaga kehormatan profesi,” ajaknya lagi.

“Karena ketika sesama wartawan saling menghancurkan, yang hancur bukan hanya individu melainkan kepercayaan masyarakat terhadap media secara keseluruhan. Kalau bukan kita-kita ini, lalu siapa lagi yang akan menjaga martabat profesi kita ini,” pungkasnya. (KR02)

Baca Juga :  Polres Padangsidimpuan Amankan Oknum Wartawan Terkait Penyalahgunaan Narkoba

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keteguhan di Tengah Badai: Terinspirasi Nabi Nuh, David Steward Bangun Kerajaan Teknologi Rp 285 Triliun
Berlaku 2 Januari 2026: Ini Daftar Lengkap Perbuatan yang Dapat Dipidana dalam KUHP Nasional
Amru Lubis: Dari Jurnalis Lokal Hingga Penguji Kompetensi Wartawan
​5 Jurusan SMK yang Lulusannya Paling Dicari di Luar Negeri, Peluang Gaji Capai Rp 30 Juta!
5 Cara Efektif Mengatur Jadwal Belajar Agar Lebih Produktif
Jadi Ujian Seleksi Masuk PTN 2026, Cek Perbedaan TKA dan UTBK
Jurus AWS Bikin Siswa Indonesia Jadi Talenta AI Masa Depan
Gen Z: Memahami Profil Demografi yang Dibentuk oleh Era Digital dan Kesadaran Sosial
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:11 WIB

Keteguhan di Tengah Badai: Terinspirasi Nabi Nuh, David Steward Bangun Kerajaan Teknologi Rp 285 Triliun

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:08 WIB

Berlaku 2 Januari 2026: Ini Daftar Lengkap Perbuatan yang Dapat Dipidana dalam KUHP Nasional

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:44 WIB

Amru Lubis: Dari Jurnalis Lokal Hingga Penguji Kompetensi Wartawan

Minggu, 2 November 2025 - 16:03 WIB

​5 Jurusan SMK yang Lulusannya Paling Dicari di Luar Negeri, Peluang Gaji Capai Rp 30 Juta!

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:37 WIB

5 Cara Efektif Mengatur Jadwal Belajar Agar Lebih Produktif

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB