Kepastian Produksi Tambang, Kontribusi Dividen dan Penerimaan Guna Perkuat Kedaulatan

Vritime

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id – Kepastian produksi di sektor pertambangan dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kontribusi industri mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara. Di tengah upaya memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi nasional, keberlanjutan investasi serta kepastian operasional sektor pertambangan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi dalam mendukung hilirisasi mineral masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih kontribusi penerimaan negara melalui dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan royalti dari sektor pertambangan masih sangat dominan.

Oleh karena itu, untuk mendukung capaian tersebut dia menegaskan bahwa kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia. “Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Eddy.

Capaian kontribusi untuk negara tercermin dari kinerja perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang tahun buku 2025. Sebagai induk holding, MIND ID menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp12,6 triliun yang ditopang oleh kinerja enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan bahwa kontribusi perusahaan kepada negara berasal dari berbagai instrumen penerimaan, tidak hanya dari satu sumber. Pada tahun 2026, Freeport Indonesia perkirakan mampu berkontribusi sekitar US$2,6 miliar, yang utamnaya berasal dari dividen sekitar US$1,1 miliar, pajak sekitar US$1 miliar, dan royalti sekitar US$500 juta.

Baca Juga :  CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US$411 Miliar per Tahun

“Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalty,” jelasnya.

Selain dividen, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam MIND ID juga merupakan kontributor utama penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara melalui pembayaran royalti dan PNBP sesuai ketentuan yang berlaku. PT Bukit Asam menjadi salah satu penyumbang utama royalti batu bara, sementara ANTAM, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi signifikan melalui royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas.

Besarnya kontribusi fiskal tersebut menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang APBN sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

Dalam semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, kepastian produksi serta keberlanjutan investasi di sektor pertambangan menjadi fondasi penting agar kekayaan alam nasional terus memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas
Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%
Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak
Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed
THINC Indonesia 2026 Mengungkap Masa Depan Hospitality dan Destinasi Baru
Hisense Hadirkan True-to-Life Color, Kenyamanan Mata, dan Hiburan Imersif di IFA 2026
BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta
LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:25 WIB

Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Kamis, 17 September 2026 - 18:01 WIB

Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

Kamis, 17 September 2026 - 15:08 WIB

Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

Kamis, 17 September 2026 - 14:06 WIB

THINC Indonesia 2026 Mengungkap Masa Depan Hospitality dan Destinasi Baru

Berita Terbaru