Kertas dan Kenangan

Redaksi

- Penulis

Minggu, 25 Agustus 2024 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto Ilustrasi: Lembaran-lembaran kertas usang menyimpan kenangan indah yang tak terlupakan.

i

Keterangan Foto Ilustrasi: Lembaran-lembaran kertas usang menyimpan kenangan indah yang tak terlupakan.

CERPEN.

Pak Ahmad, seorang pengrajin kertas tua, duduk di teras rumahnya, memandangi lembaran-lembaran kertas yang berserakan di meja. Matanya berkaca-kaca, mengingat masa-masa indah bersama sang istri, Bu Aminah.

Bu Aminah, wanita yang selalu setia mendampinginya dalam suka dan duka, telah tiada setahun yang lalu. Sejak kepergian Bu Aminah, Pak Ahmad merasa sepi. Rumah yang dulunya dipenuhi tawa dan canda, kini terasa sunyi.

Pak Ahmad meraih sebuah kotak kayu tua. Di dalamnya, tersimpan rapi lembaran-lembaran kertas yang telah menguning karena dimakan usia. Kertas-kertas itu adalah surat-surat cinta yang pernah ditulis Bu Aminah untuknya.

Pak Ahmad membuka surat pertama. Tulisannya masih terlihat jelas, meskipun tinta telah memudar. “Sayangku Ahmad, hari ini aku sangat bahagia. Aku tak sabar untuk menua bersamamu. Aku ingin melihat anak-anak kita tumbuh besar dan bahagia,” tulis Bu Aminah.

Pak Ahmad tersenyum getir. Kenangan tentang Bu Aminah kembali berputar di kepalanya. Ia ingat bagaimana Bu Aminah selalu mendukungnya dalam mengembangkan usaha kerajinan kertasnya. Ia ingat bagaimana Bu Aminah selalu tersenyum dan menyemangatinya ketika ia merasa lelah.

Pak Ahmad membaca surat-surat Bu Aminah satu per satu. Setiap surat menyimpan kenangan indah yang tak terlupakan. Ia merasakan kembali kehangatan cinta Bu Aminah yang tak pernah padam.

Di akhir surat terakhir, Bu Aminah menulis, “Sayangku Ahmad, jika suatu saat aku harus pergi meninggalkanmu, janganlah kau bersedih. Ingatlah selalu cintaku yang tak pernah padam. Cintaku akan selalu menyertaimu, di mana pun kau berada.”

Air mata Pak Ahmad mengalir deras. Ia memeluk erat kotak kayu tua itu. Ia merasa bahwa Bu Aminah masih ada di dekatnya, dalam setiap lembaran kertas yang menyimpan kenangan indah mereka.

Baca Juga :  Pemimpin Redaksi KompasReal.com Ziarah ke Makam Syekh Sulaiman Lubis Al Kholidi di Hutapungkut

Catatan:

– Cerita ini murni fiktif dan imajinatif.
– Jika ada kesamaan nama dan tokoh dalam cerita ini dengan orang yang sebenarnya, itu hanyalah kebetulan dan tidak ada maksud lain.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEM Unimal Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Tambon Baroh, Aceh Utara
NJC, Talenta Muda Seni Kota Padangsidimpuan
Putra Bupati Tapsel Raih Gelar S2 di Harvard di Tengah Kontroversi Imigrasi AS
Kodim 0212/Tapsel: Ramadan Berbagi, Solidaritas TNI untuk Masyarakat Padangsidimpuan
Polres Palas Siaga: Apel Pagi Penguatan Harkamtibmas di Pos PAM I Barteng
Polres Tapsel Tebar Kebaikan: Sedekah Keliling Hangatkan Hati Warga Desa Marisi
Kapolres Padangsidimpuan dan DPRD Gerindra Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sitamiang Baru
Kapolres Tapsel Gelar Sedekah Keliling, Tebar Kebaikan di Desa Batu Horpak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 31 Juli 2025 - 16:57 WIB

BEM Unimal Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Tambon Baroh, Aceh Utara

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:17 WIB

NJC, Talenta Muda Seni Kota Padangsidimpuan

Selasa, 3 Juni 2025 - 10:21 WIB

Putra Bupati Tapsel Raih Gelar S2 di Harvard di Tengah Kontroversi Imigrasi AS

Jumat, 28 Maret 2025 - 09:48 WIB

Kodim 0212/Tapsel: Ramadan Berbagi, Solidaritas TNI untuk Masyarakat Padangsidimpuan

Rabu, 26 Maret 2025 - 09:33 WIB

Polres Palas Siaga: Apel Pagi Penguatan Harkamtibmas di Pos PAM I Barteng

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB