Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Vritime

- Editor

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id – Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik

Jakarta, 21 Juli 2026 – Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan peninjauan lapangan ke dua fasilitas operasional PAM JAYA, yaitu Distribution Center (DC) Pondok Kopi, Jakarta Timur dan DC Cilincing, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pengelolaan Non Revenue Water (NRW) atau air yang telah diproduksi namun belum seluruhnya tercatat sebagai air berekening.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh beserta anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin beserta jajaran.

Dalam peninjauan tersebut, Komisi B melihat proses pengelolaan jaringan distribusi, pemantauan kebocoran, hingga berbagai upaya yang dilakukan PAM JAYA dalam menekan angka NRW sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan bahwa kegiatan peninjauan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan NRW. Menurutnya, NRW tidak hanya berkaitan dengan kebocoran pipa, tetapi juga mencakup aspek konsumsi resmi yang belum berekening, kehilangan komersial, hingga kehilangan fisik pada jaringan distribusi.

“Melalui peninjauan ini, kami mendapat pemahaman yang lebih utuh mengenai Non Revenue Water (NRW). Penanganannya tentu membutuhkan investasi dan dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan jaringan pipa, percepatan sambungan rumah agar air yang sudah tersedia dapat segera dimanfaatkan masyarakat, hingga penguatan fungsi reservoir sebagai cadangan pasokan air. Kami berharap upaya-upaya ini dapat terus didorong sehingga pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta semakin optimal,” ujar Nova.

Baca Juga :  Buka Peluang Kerja bagi Generasi Muda, Sanggabiz Hadir Walk-in Interview di Mini Job Fair UIN Jakarta

Secara sederhana, Non Revenue Water (NRW) merupakan selisih antara jumlah air yang diproduksi dengan air yang tercatat sebagai pemakaian pelanggan. Kondisi ini dapat terjadi karena dua faktor utama, yaitu kehilangan air secara fisik, seperti kebocoran pada jaringan pipa, sambungan, maupun reservoir, serta kehilangan secara nonfisik, seperti ketidakakuratan meter air, penggunaan air yang belum tercatat sebagai rekening, maupun kesalahan dalam pencatatan data.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa angka NRW tidak dapat dilihat hanya dari besarnya persentase semata, tetapi juga harus dipahami seiring dengan pertumbuhan sistem penyediaan air minum yang terus berkembang.

“Saat ini cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 82,33% dengan panjang jaringan pipa sekitar 13.078 kilometer. Artinya, semakin luas jaringan yang dibangun dan semakin besar volume air yang kami distribusikan, maka tantangan dalam mengelola NRW juga semakin besar. Karena itu, upaya penurunan NRW tidak hanya dilakukan melalui perbaikan kebocoran, tetapi juga melalui penguatan sistem, digitalisasi, serta pengelolaan jaringan secara lebih efektif,” ujar Arief.

Arief juga menjelaskan bahwa tidak seluruh air yang masuk dalam perhitungan NRW berarti hilang atau terbuang. Pada saat PAM JAYA membangun jaringan baru, reservoir, maupun infrastruktur distribusi lainnya, sebagian volume air masih berada di dalam pipa atau fasilitas tersebut sebagai bagian dari proses pengisian sistem. Air tersebut belum tercatat sebagai air berekening pada periode yang sama karena belum seluruhnya mengalir hingga ke pelanggan.

“Jadi, tidak semua air yang belum tercatat sebagai pendapatan berarti hilang. Sebagian masih tersimpan di jaringan dan infrastruktur baru yang sedang diisi sebelum akhirnya dialirkan kepada pelanggan. Kondisi ini merupakan bagian dari proses pengembangan layanan yang memang perlu dipahami secara utuh,” tambah Arief.

Baca Juga :  Rise and Move Kembali Ramaikan Akhir Pekan Sehat dan Seru di Grand Galaxy Park Mall

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Tentang Pam Jaya

PAM JAYA adalah Perusahaan Air Minum Jaya, badan usaha milik daerah (BUMD) yang menyediakan layanan air minum perpipaan di wilayah DKI Jakarta

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?
XAUUSD Berpeluang Menguat Hari Ini, Dupoin Futures Cermati Level 4.277
Pipeline Inspection dengan Drone: Menemukan Masalah Pipa Migas Sebelum Menjadi Insiden
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
Pasar Crypto Semakin Dinamis, Bittime Hadirkan Program Berhadiah $HYPE hingga Sepuluh Juta Rupiah
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:03 WIB

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Senin, 21 September 2026 - 12:21 WIB

XAUUSD Berpeluang Menguat Hari Ini, Dupoin Futures Cermati Level 4.277

Senin, 21 September 2026 - 12:09 WIB

Pipeline Inspection dengan Drone: Menemukan Masalah Pipa Migas Sebelum Menjadi Insiden

Senin, 21 September 2026 - 11:24 WIB

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Minggu, 20 September 2026 - 19:07 WIB

Pasar Crypto Semakin Dinamis, Bittime Hadirkan Program Berhadiah $HYPE hingga Sepuluh Juta Rupiah

Berita Terbaru