Konflik Bendungan Dairi Memanas: Karyawan Proyek Dikeroyok, Isu Sengketa Tanah Adat Mengemuka

KompasReal.id

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Insiden kekerasan kembali menyelimuti proyek strategis nasional Bendungan Dairi di Sumatera Utara. Seorang karyawan perusahaan pelaksana proyek menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di kompleks proyek bendungan, yang terletak di Desa Parongil, Kecamatan Sitinjo. Kejadian ini menambah catatan panjang ketegangan antara warga dan pihak proyek, yang berakar pada klaim sengketa tanah adat dan kekhawatiran atas dampak lingkungan.

Berdasarkan laporan kepolisian, insiden terjadi beberapa waktu lalu di sekitar lokasi pembangunan. Korban, yang merupakan tenaga teknis, didatangi dan dipukuli secara beramai-ramai. Pelaku kemudian melarikan diri. Korban sempat mendapatkan perawatan medis. Kapolres Dairi AKBP Rendra Oktha Dwipayana mengonfirmasi penyelidikan sedang dilakukan intensif untuk mengungkap motif dan menetapkan pelaku. “Kami telah mengamankan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Insiden ini tidak dapat dipisahkan dari gejolak penolakan yang telah berlangsung lama dari sebagian masyarakat, terutama dari kalangan masyarakat adat setempat. Mereka mengklaim proyek bendungan yang menelan anggaran triliunan rupiah itu dibangun di atas wilayah ulayat mereka tanpa proses konsultasi dan kompensasi yang adil dan transparan. Selain itu, muncul kekhawatiran serius mengenai dampak ekologis, seperti terganggunya daerah tangkapan air dan ancaman terhadap keberlanjutan mata pencaharian.

Pihak pengelola proyek, dalam pernyataan tertulisnya, mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menyatakan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan aparat keamanan. Mereka menegaskan bahwa proses pembebasan lahan telah mengikuti mekanisme yang berlaku. Proyek Bendungan Dairi sendiri merupakan proyek nasional yang ditargetkan untuk mendukung ketahanan air irigasi, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Dairi dan sekitarnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi menyatakan prihatin dan mendesak penyelesaian kasus hukum secara tegas. Di sisi lain, pejabat juga mengakui perlunya pendekatan sosial yang lebih komprehensif. “Kami berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah dengan jalan dialog. Proyek ini untuk kepentingan umum, tetapi hak-hak masyarakat harus tetap dihormati dan diselesaikan dengan baik,” kata seorang pejabat Dinas Pekerjaan Umum setempat.

Baca Juga :  Dukungan Adat untuk Calon Wakil Gubernur Hasan Basri Sagala dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala

Insiden pengeroyokan ini diperkirakan akan semakin memperlambat pelaksanaan proyek bendungan yang sudah tertunda. Kasus ini menjadi ujian berat bagi pemerintah dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur strategis dengan prinsip keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Penyelesaian yang adil dan partisipatif, di luar penegakan hukum atas kekerasan, menjadi kunci untuk mencegah eskalasi konflik serupa di masa depan.

(KR03)

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Pengibaran Bendera HUT RI ke-81, Camat Naga Juang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Persatuan
Camat Panyabungan Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tekankan Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet

Berita Terbaru