PBB Beri Sinyal Bahaya! Asia Dihantui Pemanasan Global, Indonesia dalam Ancaman Tenggelam!

Paruhum Nasution

- Editor

Minggu, 21 September 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

KompasReal.com, Jakarta – Pemanasan global dan perubahan iklim semakin mengkhawatirkan! PBB bahkan memberikan peringatan keras untuk wilayah Asia, termasuk Indonesia, yang digambarkan dalam kondisi berbahaya.

Laporan terbaru dari Badan Meteorologi Dunia (WMO) yang bertajuk “State of the Climate in Asia 2023” mengungkap fakta-fakta mencengangkan.

Laporan ini menganalisis bencana yang terjadi sepanjang tahun 2023 dan menyoroti percepatan indikator perubahan iklim utama, seperti suhu permukaan yang melonjak, pencairan gletser yang mengkhawatirkan, dan kenaikan permukaan air laut yang semakin tinggi.

Asia dalam Kondisi Darurat Iklim

Asia disebut sebagai wilayah yang paling sering dilanda bencana alam akibat cuaca dan iklim ekstrem. Benua ini mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global, dengan tren peningkatan hampir dua kali lipat sejak periode 1961-1990.

“Kesimpulan dari laporan ini sangat menyadarkan kita,” kata Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, dikutip Minggu (21/9/2025).

WMO mencatat, banyak negara di Asia mengalami tahun terpanas yang pernah tercatat pada tahun 2023, bersamaan dengan kondisi ekstrem seperti kekeringan, gelombang panas, banjir, dan badai dahsyat.

Perubahan frekuensi dan tingkat keparahan peristiwa ini berdampak besar pada masyarakat, ekonomi, kehidupan manusia, dan lingkungan.

Bencana Hidrometeorologi Merenggut Ribuan Nyawa

Pada tahun 2023, tercatat 79 bencana terkait bahaya hidrometeorologi di Asia. Lebih dari 80% di antaranya adalah banjir dan badai, yang merenggut lebih dari 2.000 korban jiwa dan berdampak langsung pada sembilan juta orang.

Panas ekstrem juga menjadi ancaman serius. Meskipun risiko kesehatan yang ditimbulkan semakin meningkat, penduduk Asia masih beruntung karena tidak ada kematian yang dilaporkan.

“Sekali lagi, di tahun 2023, negara-negara yang rentan terkena dampak yang tidak proporsional. Contohnya, topan tropis Mocha, topan terkuat di Teluk Benggala dalam satu dekade terakhir, menghantam Bangladesh dan Myanmar,” jelas Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana.

Indonesia dalam Zona Kuning: Ancaman Tenggelam Mengintai

Laporan “State of the Climate in Asia 2023” juga memberikan data indikasi kenaikan air laut yang meliputi wilayah Indonesia. Tercatat, banyak area mengindikasikan Global Mean Sea Level (GMSL) di atas rata-rata global, yakni 3,4 atau ± 0,33 mm per tahun. Indonesia sendiri berada di wilayah berwarna kuning, yang mengindikasikan peringatan serius.

Baca Juga :  Netanyahu Sebut Indonesia saat Pidato di Sidang Umum PBB

Kajian proyeksi USAID di 2016 bahkan menyebutkan bahwa kenaikan air laut akan menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050. Ini berarti terdapat 42 juta penduduk Indonesia berisiko kehilangan tempat tinggalnya.

Saatnya Bertindak! Selamatkan Bumi, Selamatkan Indonesia!

Peringatan dari PBB ini harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk bertindak cepat dan serius dalam mengatasi perubahan iklim.

Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bersinergi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mengembangkan energi terbarukan, dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Masa depan Indonesia ada di tangan kita. Mari kita jaga bumi ini untuk generasi mendatang! (KR/CNBC)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru