Padangsidimpuan, Kompasreal.com – Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat telah menganggarkan sekitar Rp 386.224.000 untuk pengadaan makanan dan minuman jamuan tamu selama tahun 2025. Paket pengadaan ini dirancang untuk menyajikan menu lengkap dan bergizi pada berbagai acara resmi pemerintah.
Hal itu terpantau awak media dari Kode RUP untuk paket ini adalah 58791706 dengan volume 1 paket. Pengadaan dilakukan melalui metode pengadaan langsung dengan jadwal pemilihan penyedia pada Januari 2025 dan pelaksanaan kontrak berlangsung mulai Maret hingga Oktober 2025.
Tampak dalam RUP, menu jamuan tamu yang disiapkan meliputi snack tamu, air mineral dalam botol dan gelas, prasmanan, serta snack box yang berisi dua kue dan air mineral gelas. Selain itu, tamu akan menikmati nasi kotak lengkap dengan satu lauk protein berat, sayur, buah, dan air mineral Aqua. Untuk variasi menu, disediakan pula paket dengan dua lauk protein berat, satu protein ringan, sayur, buah, serta air mineral gelas.
Menu khas lain yang disiapkan antara lain lontong opor, nasi goreng, roti jala, dan sejenisnya. Tidak ketinggalan, buah segar seperti anggur, jeruk, kelengkeng, dan salak juga akan disajikan sebagai pelengkap jamuan.
Terlihat juga paket pengadaan ini sepertinya menekankan penggunaan produk dalam daerah khususnya usaha kecil di Padangsidimpuan.
Rincian anggaran pengadaan makanan dan minuman ini berasal dari APBD Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2025 dengan beberapa kode MAK, antara lain: Rp 4.343.000, Rp 2.592.000, Rp 14.850.000, Rp 113.750.000, Rp 238.500.000, Rp 4.000.000, Rp 750.000, dan Rp 7.439.000, sehingga total pagu mencapai Rp 386.224.000.
Kabag Kesra Sekretariat Pemko Padangsidimpuan, Rusyanto Nasution yang dikonfirmasi, sabtu, 26 Juli 2025 melalui pesan whatapps diantaranya bagaimana proses pemilihan penyedia makanan dan minuman dilakukan?, Apakah ada kriteria khusus dalam pemilihan menu jamuan tamu?, Bagaimana Pemko memastikan kualitas dan kebersihan makanan yang disajikan?, Apakah pengadaan ini mendukung pelaku usaha kecil dan produk lokal? hingga berita ditayang belum mendapatkan tanggapan.












