Perjalanan Spiritual Dian Sastrowardoyo: Dari Katolik hingga Menemukan Islam

Redaksi

- Editor

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Kisah perjalanan spiritual aktris ternama Dian Sastrowardoyo kembali mencuri perhatian publik setelah diungkap dalam konten acara Curhat Bang milik Denny Sumargo. Dalam perbincangan tersebut, Dian menceritakan latar belakang keluarganya yang memiliki perbedaan keyakinan sejak ia kecil.

Dian mengungkapkan bahwa ia dibesarkan dalam lingkungan Katolik yang taat oleh sang ibu, sementara ayahnya menganut Buddha. Menariknya, sang ayah ternyata memiliki latar belakang pendidikan Islam Jawa sebelum akhirnya menemukan keyakinannya saat remaja setelah melakukan perjalanan ke Jepang. Perbedaan ini membuat Dian tumbuh dalam suasana keluarga yang penuh toleransi.

Sebagai penganut Katolik sejak kecil, Dian telah menjalani berbagai tahapan penting dalam gereja seperti Sakramen Baptis dan Sakramen Komuni. Ia juga mengikuti kelas pendalaman iman selama beberapa bulan sebagai bagian dari proses tersebut. Namun, di balik itu semua, rasa ingin tahu terhadap keyakinan lain terus tumbuh dalam dirinya.

Perjalanan itu mencapai titik penting ketika sang tante mengajaknya menghadiri sebuah pengajian. Di sanalah Dian merasakan jawaban atas berbagai pertanyaan yang selama ini ia pendam. Momen tersebut menjadi awal dari perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam sebagai jalan hidup yang diyakininya.

Baca Juga :  Tiga Dekade Terpisah Rel Kereta, Sebuah Sketsa Mengantar Anak Itu Kembali ke Pelukan Ibu

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenang Karya Legendaris ‘Perempuan dari Sidimpuan’, Tantawi Panggabean Berharap Lahir Karya Baru Pembawa Nama Daerah
Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya: Filosofi Jurnalistik yang Tak Lekang Waktu” 
Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada
Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!
Sabai Nan Aluih: Gadis Pemberani dari Ranah Minang
Ada seorang ibu yang ingin bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya.
18 Tahun Terdampar di Lombok, Norida Akmal Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga
Kisah Rani, Wanita Tangguh yang Menaklukkan Rintangan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:21 WIB

Mengenang Karya Legendaris ‘Perempuan dari Sidimpuan’, Tantawi Panggabean Berharap Lahir Karya Baru Pembawa Nama Daerah

Senin, 30 Maret 2026 - 01:16 WIB

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya: Filosofi Jurnalistik yang Tak Lekang Waktu” 

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:25 WIB

Perjalanan Spiritual Dian Sastrowardoyo: Dari Katolik hingga Menemukan Islam

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB

Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!

Berita Terbaru