Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stabil, tapi Anak Muda Sulit Dapat Kerja Produkti

Redaksi

- Editor

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com – Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 dan 2026 akan mencapai 4,8 persen, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 4,7 persen. Namun, optimisme pertumbuhan ini dibayangi oleh tantangan besar dalam penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.

​Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2025, Bank Dunia menyoroti bahwa satu dari tujuh anak muda di Indonesia dan China belum memiliki pekerjaan. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, mengatakan bahwa meskipun tingkat ketenagakerjaan di Asia Timur dan Pasifik tinggi, hal ini tidak menjamin pekerjaan yang layak bagi kaum muda.

​Rendahnya Produktivitas dan Upah

​Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas tenaga kerja di kawasan ini, termasuk Indonesia. Meskipun banyak negara memiliki tingkat ketenagakerjaan di atas rata-rata global, produktivitas yang rendah mengakibatkan upah dan kualitas hidup pekerja juga lebih rendah.

​Mattoo menekankan bahwa peningkatan produktivitas adalah kebutuhan mendesak. “Produktivitas yang lebih tinggi berarti upah yang lebih baik dan pekerjaan yang lebih berkualitas,” ujarnya.

​Prioritas Kebijakan yang Mendesak

​Bank Dunia berpendapat bahwa fokus kebijakan ekonomi Indonesia seharusnya diarahkan pada efisiensi dan prioritas belanja pemerintah, bukan sekadar mengecilkan defisit. Saat ini, pengeluaran pemerintah masih didominasi oleh subsidi untuk sektor pangan, transportasi, dan energi.

​Lembaga ini mendesak Indonesia untuk melakukan reformasi guna menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif melalui tiga pilar utama:

  1. Peningkatan Kapasitas Manusia: Memperbaiki layanan pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan berbasis teknologi baru.
  2. Perluasan Peluang Ekonomi: Investasi di sektor infrastruktur, energi, transportasi, dan digital.
  3. Penguatan Koordinasi Kebijakan: Memastikan peningkatan kapasitas manusia dan peluang ekonomi berjalan seiring.
Baca Juga :  Operasi Keselamatan Toba 2025: Sosialisasi dan Edukasi Tertib Lalu Lintas di Barumun Tengah

​Lima sektor yang diidentifikasi Bank Dunia memiliki potensi besar untuk penciptaan lapangan kerja dan penguatan ketahanan ekonomi adalah agribisnis, kesehatan, infrastruktur dan energi, manufaktur, serta pariwisata(KR/gm)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Branch Office Veteran Perkuat Sinergi dengan DJTPD Komdigi melalui Sosialisasi Layanan
Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan
Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat, Akulaku Finance Raih Penghargaan di Cita Loka Fest 2026
Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan
BRI Selenggarakan Program CX 100 Bagi Nasabah Pensiunan di BO Otista
Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Produktivitas Karet, PTPN I Fokus Benahi Kebun Padang Pelawi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:25 WIB

BRI Branch Office Veteran Perkuat Sinergi dengan DJTPD Komdigi melalui Sosialisasi Layanan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:22 WIB

Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:22 WIB

Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat, Akulaku Finance Raih Penghargaan di Cita Loka Fest 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:35 WIB

Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

Senin, 6 Juli 2026 - 17:46 WIB

BRI Selenggarakan Program CX 100 Bagi Nasabah Pensiunan di BO Otista

Berita Terbaru