KompasReal.id, BANDA ACEH – Polda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Serambi Mekkah. Dalam sejumlah operasi besar sepanjang 2026, aparat kepolisian berhasil mengungkap berbagai kasus penyelundupan sabu dan ganja yang diduga melibatkan jaringan lintas daerah hingga internasional.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh baru-baru ini mengungkap kasus transaksi sabu di wilayah Aceh Timur. Dari operasi tersebut, polisi menyita beberapa bungkus besar diduga berisi sabu dan mengejar sejumlah pelaku yang melarikan diri ke area perkebunan sawit. Dalam pengejaran itu, satu terduga bandar dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjatuh saat melarikan diri.
Tak hanya itu, jaringan narkoba asal Aceh juga menjadi perhatian nasional. Badan Narkotika Nasional bersama aparat gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 160 kilogram sabu dan 200 kilogram ganja yang diduga berasal dari jaringan Aceh-Medan. Barang haram tersebut diduga terhubung dengan jaringan internasional dari kawasan Golden Triangle Asia Tenggara.
Sementara itu, pengungkapan lain juga dilakukan aparat kepolisian terhadap upaya pengiriman sabu dari Aceh menuju Tangerang. Polisi menemukan 22 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam tangki bahan bakar mobil mewah. Modus tersebut dinilai sangat rapi dan sempat mengecoh petugas saat pemeriksaan awal kendaraan.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa perang terhadap narkoba akan terus ditingkatkan mengingat Aceh masih menjadi salah satu jalur rawan penyelundupan narkotika melalui jalur laut dan darat. Kepolisian juga mengajak masyarakat aktif memberikan informasi guna memutus mata rantai peredaran narkoba yang dinilai mengancam masa depan generasi muda.
Penulis : Kr03
Editor : Emas













