Tiga Dekade Terpisah Rel Kereta, Sebuah Sketsa Mengantar Anak Itu Kembali ke Pelukan Ibu

Redaksi

- Editor

Senin, 5 Januari 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Deru kereta di sebuah stasiun kecil di Cilacap mengubah hidup Zainuddin selamanya. Ia belum genap tujuh tahun ketika terpeleset dan masuk ke gerbong kereta yang hendak berangkat. Tangisnya kalah oleh suara mesin, pintu tertutup, dan dalam sekejap ia terpisah dari keluarga tanpa seorang pun menyadari.

Di rumah, sang ibu diliputi kepanikan. Ia menyusuri desa, bertanya ke tetangga, berharap anak bungsunya kembali. Hari demi hari berlalu tanpa kabar. Harapan sempat retak, tetapi tak pernah benar-benar padam. Selama 32 tahun, setiap suara kereta selalu menghidupkan kemungkinan yang sama: barangkali anak itu akan turun di salah satu peron.

Sementara itu, ratusan kilometer jauhnya, Zainuddin tumbuh tanpa asal-usul. Ia ditemukan warga dan dibesarkan di panti asuhan di Jakarta. Ia mengingat kereta, peron dingin, dan tangisan—namun wajah ibu dan rumah perlahan kabur. Hidup berjalan: sekolah, bekerja, menikah, memiliki anak. Satu pertanyaan tetap menggantung, dari mana ia berasal.

Suatu hari, ingatan itu memaksa keluar. Zainuddin menggambar denah stasiun yang terus menghantuinya sejak kecil—peron, tikungan rel, jalan kecil, dan rumah dekat lintasan. Ia mengunggah gambar sederhana itu ke media sosial dengan satu kalimat: “Saya hilang sejak kecil. Ada yang tahu stasiun ini?”

Respons datang di luar dugaan. Seorang netizen menulis bahwa denah itu mirip Stasiun Sitinggil, Cilacap. Komentar lain menyusul, menyebut dusun dan kisah seorang ibu yang kehilangan anak puluhan tahun lalu. Nama Cilacap terasa akrab, seolah memanggil memori yang lama terkunci.

Panggilan video mempertemukan Zainuddin dengan seorang perempuan tua berwajah letih. Begitu layar menyala, tangan sang ibu gemetar menyentuh layar. “Nak… Zainuddin… itu kamu?” Air mata lebih dulu jatuh. Tak banyak kata terucap—hanya keyakinan seorang ibu yang tak pernah salah mengenali darah dagingnya.

Baca Juga :  Kisah Bridger Walker, Bocah Pahlawan Dunia Nyata yang Menjadi Perisai Hidup Demi Adiknya

Beberapa hari kemudian, pelukan yang tertunda 32 tahun akhirnya terjadi di depan rumah kecil di Cilacap. Tangis pecah, keluarga berkumpul, dan keraguan runtuh. Malam itu, Zainuddin tidur di rumah pertamanya dengan lega: ia tahu siapa dirinya dan ke mana ia pulang—semua berawal dari denah stasiun sederhana yang setia menuntunnya kembali.KR03

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenang Karya Legendaris ‘Perempuan dari Sidimpuan’, Tantawi Panggabean Berharap Lahir Karya Baru Pembawa Nama Daerah
Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya: Filosofi Jurnalistik yang Tak Lekang Waktu” 
Perjalanan Spiritual Dian Sastrowardoyo: Dari Katolik hingga Menemukan Islam
Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada
Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!
Sabai Nan Aluih: Gadis Pemberani dari Ranah Minang
Ada seorang ibu yang ingin bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya.
18 Tahun Terdampar di Lombok, Norida Akmal Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:21 WIB

Mengenang Karya Legendaris ‘Perempuan dari Sidimpuan’, Tantawi Panggabean Berharap Lahir Karya Baru Pembawa Nama Daerah

Senin, 30 Maret 2026 - 01:16 WIB

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya: Filosofi Jurnalistik yang Tak Lekang Waktu” 

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:25 WIB

Perjalanan Spiritual Dian Sastrowardoyo: Dari Katolik hingga Menemukan Islam

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

Patung Ibrahim Aliatar di Loja: Penghormatan Spanyol pada Pejuang Muslim yang Gugur 9 Tahun Sebelum Jatuhnya Granada

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB

Dua Gadis Tunarungu Bandung Menang Besar: Kerja Keras Membayar Lunas!

Berita Terbaru