Warga Tombang Kaluang Tolak Evakuasi Excavator, Polri Didesak Transparan dalam Penindakan PETI

Redaksi

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com,MADINA – Upaya tim gabungan Mabes Polri, Brimob, Polres Madina, dan Polsek Batang Natal untuk mengevakuasi dua unit excavator hasil operasi penindakan PETI di Batang Natal kembali mendapat penolakan keras dari warga Desa Tombang Kaluang. Sejak pagi, ratusan warga sudah memblokir akses jalan menuju lokasi alat berat berada dan menghadang kendaraan aparat. Mereka menegaskan tidak akan mengizinkan alat berat dipindahkan sebelum Polri memberikan penjelasan resmi terkait dasar tindakan tersebut.

Warga yang berdiri membentuk barisan di tengah jalan menyatakan bahwa mereka tidak menolak penegakan hukum, tetapi menuntut keadilan dalam pelaksanaannya. Mereka mempertanyakan alasan aparat hanya menyasar excavator di Tombang Kaluang, sementara alat berat lain yang disebut beroperasi di wilayah Ampung Padang Julu tidak mendapat tindakan serupa. Hal ini, menurut warga, menimbulkan dugaan adanya perlakuan berbeda dalam penindakan PETI.

“Kami bukan menolak hukum, tapi jangan pilih kasih. Kenapa alat di sini disikat, sementara alat di Ampung Padang Julu yang katanya milik PDN tak tersentuh?” teriak salah seorang warga dengan penuh emosi. Pernyataan itu kemudian disambut sorakan warga lain yang mendesak Polri untuk bersikap transparan dan terbuka kepada masyarakat.

Ketidakjelasan informasi dari aparat disebut menjadi pemicu utama memanasnya situasi. Warga menilai operasi yang tidak menyeluruh justru berpotensi menciptakan kecurigaan baru dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Mereka mendesak kepolisian menjelaskan secara terbuka alasan dan dasar hukum penyitaan excavator hanya di satu lokasi.

Menurut pantauan wartawan di lapangan, setelah situasi tak kunjung mereda, aparat kepolisian akhirnya memutuskan menarik mundur seluruh personel tanpa membawa kedua excavator tersebut. Kedua alat berat itu tetap berada di lokasi dan masih dipasangi garis polisi sebagai tanda status hukumnya.

Baca Juga :  Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Masuk Fase Transisi, Fokus Percepatan Hunian dan Infrastruktur

Warga Tombang Kaluang menegaskan bahwa mereka akan terus bertahan dan menjaga alat berat tersebut selama belum ada penjelasan resmi dari Polri. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan klarifikasi yang adil dan menyeluruh agar penindakan PETI tidak menimbulkan kesan tebang pilih dan tetap berpihak pada keadilan bagi seluruh masyarakat.TIM

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes
MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:04 WIB

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:49 WIB

Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Berita Terbaru