Waspadai, Wilayah Sumut Berpotensi Hujan, Termasuk Padangsidimpuan

KompasReal.id

- Editor

Minggu, 7 September 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Medan – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebutkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu (7/9/2025).

Prakirawan BBMKG WIlayah I Medan, Budi Prasetyo, Sabtu, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Minggu (7/9/2025) pagi berpotensi hujan ringan di Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, Padangsidimpuan, Sibolga, Langkat, Mandailing Natal, Kepulauan Nias, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah.

Sementara pada siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumatera Utara.

Hujan dengan intensitas sedang dapat terjadi di Asahan, Deli Serdang, Medan, Nias, Labuhanbatu Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Tapanuli Tengah.

Serta pada malam hari berpotensi hujan dengan intensitas sedang di Asahan, Batubara, Deli Serdang, Langkat, Nias, Simalungun dan pada dini hari hujan ringan di Pulau Nias, pesisir timur dan lereng timur Sumatera Utara.

“Waspadai hujan yang disertai petir dan angin kencang di lereng timur, lereng barat, pantai timur dan pegunungan yang dapat menyebabkan banjir dan longsor serta bencana hidrometeoproligis lainnya,” katanya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelaa II Maritim Belawan, Medan, Christen Ordain Novena Marpaung, mengatakan, dari 7 hingga 9 September 2025 sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi.

Gelombang yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Timur Kepulauan Nias dan Perairan Barat Sumatera Utara.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan angin berkisar 11-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 22 – 35 knot.

Baca Juga :  Seorang Siswi Sd Dituduh Bunuh Ibu Kandung

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten. (Ant)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerja Sama BPJS TK Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi, Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi
Jasaviral Catat 4,8 Juta Order Sejak 2015, Perluas Layanan Social Media Marketing di 2026
Penasehat KAHMI Sumut Silaturahmi, Syahrul: Kebersamaan Harus Tetap Dipertahankan
Isi Kemerdekaan dengan Kebersamaan: LMP Tapanuli Selatan Gelar Lomba Rakyat Meriah di Angkola Muaratais
Lagi-Lagi Kapten Ary Andika Bawa Gema FC Padang Sabet Gelar Juara Fourfeo Medan Cup 2026
Sinergi Dukung Rehabilitasi: Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Harap Kolaborasi Luas, Pemko Siap Buka Ruang Kerja Sama
VRITIMES Hadirkan Solusi SEO, AIO, dan Brand Awareness di IBW 2026
BRI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, NPF Turun Menjadi 1,82% hingga Juli 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:58 WIB

Kerja Sama BPJS TK Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi, Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Jasaviral Catat 4,8 Juta Order Sejak 2015, Perluas Layanan Social Media Marketing di 2026

Kamis, 3 September 2026 - 23:35 WIB

Penasehat KAHMI Sumut Silaturahmi, Syahrul: Kebersamaan Harus Tetap Dipertahankan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kebersamaan: LMP Tapanuli Selatan Gelar Lomba Rakyat Meriah di Angkola Muaratais

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Lagi-Lagi Kapten Ary Andika Bawa Gema FC Padang Sabet Gelar Juara Fourfeo Medan Cup 2026

Berita Terbaru

Bisnis

LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

Kamis, 17 Sep 2026 - 03:51 WIB