10 Hari Sungai Rantopuran Tak Pernah Jernih, Warga Curiga Pembalakan Liar dan Nilai Pemerintah Minim Respons

Redaksi

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Kondisi Sungai Rantopuran di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, kian memprihatinkan. Dalam 10 hari terakhir, air sungai dilaporkan terus keruh meski cuaca tidak sedang hujan.

 

Sungai tersebut menjadi sumber utama kebutuhan warga di sejumlah desa, yakni Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan, Iparbondar, serta wilayah sekitar.

 

Air Sungai Rantopuran selama ini digunakan masyarakat untuk mandi, cuci, kakus (MCK), hingga kebutuhan air minum. Kondisi air yang terus keruh membuat warga geram dan mendesak pemerintah segera turun tangan.

 

Salah seorang warga, Marganti Nasution, mengatakan kondisi sungai hingga Jumat (1/5/2026) masih belum berubah.

 

“Biasanya Sungai Rantopuran keruh saat hujan saja. Itu pun dua hari kemudian sudah kembali jernih. Sekarang tidak hujan pun tetap keruh,” ujarnya di Gunung Tua Jae.

 

Ia menjelaskan, air sungai juga dialirkan ke bak penampungan kamar mandi masjid di Desa Gunung Tua Raya dan dipakai untuk keperluan wudhu.

 

Menurutnya, warga telah menyampaikan keluhan tersebut kepada para kepala desa di kawasan Gunung Tua Raya.

 

“Sekarang warga antre mengambil air bersih dari sumur bor di Desa Gunung Tua Jae. Biasanya air dari saluran PAM desa masih bisa dipakai untuk minum dan memasak, tapi sekarang sudah tidak bisa,” katanya.

 

Warga lainnya, Guswara Hasibuan, menyebut kondisi sungai sudah sangat mengkhawatirkan. Ia menilai perlu ada penyelidikan terhadap penyebab keruhnya air sungai.

 

“Secara resmi kami sudah melaporkan persoalan ini kepada Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal melalui sekretarisnya. Kami berharap segera dilakukan investigasi ke hulu sungai. Kami curiga ada aktivitas pembalakan liar di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Menelusuri Sampah Tak Terangkut di Kotanopan, Pedagang Mengaku Bayar Iuran, Sampah Tetap Menggunung

 

Ia juga mengingatkan bahwa Sungai Rantopuran pernah meluap dan menghanyutkan jembatan serta rambin milik warga. “Kami melapor karena respons dari pihak berwenang sangat minim,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Pemuda Pancasila Mandailing Natal, Panri, saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan warga terkait keruhnya Sungai Rantopuran. (KR11).

Penulis : Kr11

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Atika Azmi Tinjau Langsung Kebakaran Lumban Pinasa, Pastikan Bantuan Pemkab Madina Tersalurkan Cepat
Saipullah Lantik Pengurus IKANAS Sumut Periode 2025-2030, Gubsu Sampaikan Pesan Penting
Hardiknas 2026 di Sinunukan Jadi Momentum Evaluasi Mutu Pendidikan Menuju Indonesia Emas
SIJAGO MERAH LALAP TIGA RUMAH DI LUMBAN PINASA
Lagu Viral Guncang Dunia, Musik Lokal Tembus Panggung Internasional
Hardiknas 2026: Wakil Bupati Madina Tegaskan Urgensi Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru
Peringati Hari Buruh 2026, Polres Madina dan Serikat Pekerja Satukan Langkah Untuk Buruh
Polres Madina Ungkap Kasus Narkotika di Panyabungan, Satu Terduga Pengedar Diamankan
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:40 WIB

Wabup Atika Azmi Tinjau Langsung Kebakaran Lumban Pinasa, Pastikan Bantuan Pemkab Madina Tersalurkan Cepat

Senin, 4 Mei 2026 - 09:36 WIB

Saipullah Lantik Pengurus IKANAS Sumut Periode 2025-2030, Gubsu Sampaikan Pesan Penting

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:13 WIB

Hardiknas 2026 di Sinunukan Jadi Momentum Evaluasi Mutu Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:56 WIB

SIJAGO MERAH LALAP TIGA RUMAH DI LUMBAN PINASA

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:10 WIB

Lagu Viral Guncang Dunia, Musik Lokal Tembus Panggung Internasional

Berita Terbaru