Evaluasi Penutupan PT. AR: Jangan Biarkan 4.000 Nyawa Bergantung Terabaikan

KompasReal.id

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Tapanuli Selatan – Setelah bencana melanda 3 Provinsi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) yang menyebabkan penutupan 28 perusahaan, salah satunya adalah PT. AR. Pemerintah menilai perusahaan ini telah merusak hutan dan menjadi penyebab banjir bandang di wilayah Batang Toru Tapsel, Sumut.

Riski Abadi Rambe, tokoh pemuda Tapanuli Selatan sekaligus aktifis NGO lingkungan yang pernah menjadi Fasilitator Penguatan Kapasitas Kawasan BPBD Provsu bidang Mitigasi Bencana, menyatakan bahwa penutupan PT. AR perlu dievaluasi kembali.

Menurutnya, jika perusahaan memang melanggar aturan dan menyebabkan kerusakan, pemerintah harus memberikan penjelasan yang terbuka dan jelas kepada publik.

Peran pengawasan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup juga harus lebih tegas untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku.

Selain itu, Riski mengemukakan bahwa banyaknya Pokja dan aktivitas NGO lingkungan yang mendapatkan dana milyaran rupiah dari dalam dan luar negeri juga perlu menjadi objek kajian pemerintah, khususnya terkait ekosistem Batang Toru dan DAS Batang Toru.

“Aktivitas yang mengusung program jaga lingkungan ternyata tidak mampu mencegah kerusakan, namun ketika bencana terjadi, hanya perusahaan yang disalahkan,” ujar Riski sehingga mendorong perlunya evaluasi terhadap peran mereka.

Dari sisi ekonomi, penutupan PT. AR juga menjadi pertanyaan penting karena kurang lebih 4.000 orang bergantung hidup pada perusahaan ini. Kehadiran PT. AR tidak hanya terbatas pada penyerapan tenaga kerja, melainkan juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti mendirikan sekolah pertambangan, serta membangun sinergitas dengan berbagai pihak termasuk masyarakat, organisasi lokal dan nasional, NGO, serta sekolah hingga perguruan tinggi di wilayah Tapsel.

Program beasiswa yang diberikan mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi juga masih berlangsung dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  Aktivis Lingkungan Tapsel: PT. Agincourt Resources Bukan Penyebab Bencana, Tapi Penolong yang Nyata di 12 Hari Pasca Bencana

Riski yang juga Ketua NNB Tapsel itu menyatakan bahwa evaluasi ulang proses penutupan perlu dilakukan. “Kita sepakat bahwa kerusakan lingkungan akibat pertambangan harus dihindari, namun penjagaan lingkungan perlu menjadi tanggung jawab bersama, sementara keberlanjutan hidup masyarakat juga harus tetap dijamin,” pungkasnya. (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Dari Cik Cik Bum Bum ke Jalan Alus: Kisah Fadia Arafiq Membuktikan Diri di Kursi Bupati
Gempa Hari Ini Guncang Binjai Sumut, Cek Kekuatan Magnitudonya! 
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:07 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB