KompasReal.id, Padangsidimpuan – Gabungan Aliansi Mahasiswa Padangsidimpuan, yang diperkuat oleh pengurusnya Jojo Simanjuntak, Jose Hutabarat, Yudi Anjali Siregar, Ramdan Syaputra, Jefri Nasution, dan A. Sodikin Pohan, akan menggelar aksi unjuk rasa damai pada Kamis, 5 Februari 2026, di depan kantor DPRD dan Kantor Walikota Padangsidimpuan.
Mereka mendesak DPRD Kota Padangsidimpuan dan Walikota agar memberikan transparansi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan bencana banjir bandang.
Aliansi mahasiswa menduga bahwa bantuan dari pemerintah pusat dan PT Martabe telah diterima, namun tidak sampai kepada masyarakat yang terkena dampak di wilayah Kota Padangsidimpuan.
Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembangunan yang menggunakan anggaran negara maupun daerah.
“DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan setiap program bantuan dari pemerintah berjalan sesuai aturan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar mereka kepada media pada Senin (2/2/2026).
“Kami mengharapkan DPRD berani dan tegas menggunakan fungsi pengawasannya. Jangan sampai ada APBD yang terindikasi bermasalah, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, maupun penggunaan anggaran,” tambah Jojo Simanjuntak dan Yudi Anjali Siregar.
Selain itu, gabungan aliansi mahasiswa juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap bantuan bencana tersebut. Audit dinilai penting untuk memastikan tidak adanya penyimpangan, praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
“Langkah audit bukan untuk menghambat, melainkan untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik. Kami berharap APH dapat bersikap profesional, objektif, dan transparan. Jika ditemukan pelanggaran, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas mereka.
Gabungan Aliansi Mahasiswa Padangsidimpuan menyatakan akan terus mengawal isu ini dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak demi terciptanya pembangunan yang bersih, berkualitas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (KR02)
Editor : Paruhum













