KompasReal.id, Pemerintah Indonesia terus memperkuat peran diplomatiknya di tingkat regional dan global dengan menegaskan posisi aktif dalam isu perdamaian internasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah sikap Indonesia terhadap konflik Gaza, di mana pemerintah menegaskan komitmen pada misi kemanusiaan dan dukungan terhadap solusi dua negara bagi Palestina–Israel.
Meski demikian, pemerintah meluruskan berbagai pemberitaan media asing terkait rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final maupun mandat resmi internasional terkait penempatan pasukan, dan Indonesia tetap mengedepankan jalur diplomasi serta kemanusiaan.
Di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia juga mencatat langkah penting dengan menandatangani perjanjian kerja sama keamanan baru bersama Australia. Kesepakatan ini mencakup penguatan dialog strategis, stabilitas kawasan, serta kerja sama menghadapi tantangan keamanan non-tradisional, termasuk kejahatan lintas negara dan dampak geopolitik global.
Pemerintah menilai kerja sama tersebut tidak mengubah prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia. Justru, perjanjian ini disebut sebagai upaya menjaga keseimbangan kawasan dan memastikan Indonesia tetap memiliki posisi tawar yang kuat di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar.
Pengamat hubungan internasional menilai langkah diplomasi Indonesia saat ini menunjukkan upaya konsisten untuk tampil sebagai aktor penyeimbang (bridge builder) di tingkat global. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya transparansi kebijakan luar negeri agar tidak menimbulkan salah tafsir publik maupun tekanan politik, baik di dalam maupun luar negeri.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Financial.times













