KompasReal.id, Sebuah lubang besar atau amblesan tanah yang terus berkembang di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh kini semakin mengkhawatirkan masyarakat setempat. Fenomena yang sebelumnya dikenal sebagai sinkhole ini semakin melebar dan mendekati jalur alternatif serta lahan pertanian warga, menurut laporan media lokal dan data instansi terkait.
Data terbaru dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menunjukkan bahwa area longsoran atau amblas itu kini telah mencapai puluhan ribu meter persegi, terus menggerus lahan yang sebelumnya digunakan untuk pertanian dan hampir menyentuh badan jalan utama yang menghubungkan beberapa wilayah.
Fenomena ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa struktur geologi di lokasi tersebut tersusun dari material vulkanik yang mudah runtuh saat terkena tekanan air dan hujan deras, sehingga proses amblesan berlangsung secara bertahap selama bertahun-tahun.
Meski demikian warga dan petani setempat mengaku semakin resah karena kerugian ekonomi akibat lahan pertanian yang rusak, serta ancaman terhadap akses transportasi dan infrastruktur sekitar. Sebagian warga berharap pemerintah memberi dukungan baik dalam bentuk kompensasi maupun bantuan teknis untuk stabilisasi tanah.
Pemerintah, melalui pihak terkait termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, telah menyatakan komitmen untuk melakukan kajian geologi mendalam dan langkah penanganan teknis, guna mengurangi dampak lanjut dari amblasnya tanah tersebut, meskipun prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu dan studi yang komprehensif.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Acehsiana.com













