Masihkah Nasihat Dibutuhkan di Tengah Maraknya Maksiat?

Redaksi

- Editor

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk berkumpul di hari Jumat yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah yang dimuliakan Allah, di zaman yang penuh tantangan ini, kita menyaksikan bagaimana kemaksiatan semakin meningkat dan merajalela. Pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, kebohongan, hingga kezaliman seakan menjadi hal yang biasa. Di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan dalam benak kita: masihkah nasihat dibutuhkan? Apakah nasihat masih memiliki arti ketika banyak orang justru mengabaikannya?

Sesungguhnya, jamaah sekalian, nasihat tetaplah sangat dibutuhkan, bahkan menjadi semakin penting di tengah maraknya kemaksiatan. Nasihat adalah bagian dari agama, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa agama itu adalah nasihat. Tanpa adanya nasihat, manusia akan semakin jauh tersesat, karena hati yang tidak diingatkan akan menjadi keras dan tertutup dari kebenaran.

Jamaah yang dirahmati Allah, kita harus memahami bahwa tugas menyampaikan nasihat bukanlah untuk memastikan orang lain langsung berubah, melainkan sebagai bentuk kewajiban kita kepada Allah. Hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan cara yang baik, penuh hikmah, dan penuh kesabaran. Jangan pernah berhenti menasihati hanya karena merasa tidak didengar.

Lebih dari itu, nasihat yang paling kuat adalah keteladanan. Ketika lisan kita mengajak kepada kebaikan, maka perbuatan kita harus lebih dahulu mencerminkannya. Jangan sampai kita menjadi orang yang pandai menasihati tetapi lalai dalam mengamalkan. Karena sesungguhnya, satu contoh kebaikan lebih kuat daripada seribu kata-kata.

Baca Juga :  Mimbar Jumat: Setelah Ramadhan Meninggalkan Kita

Akhirnya, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita terus menjaga semangat untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Jangan lelah menjadi orang baik di tengah banyaknya kemaksiatan. Karena bisa jadi, satu nasihat yang kita sampaikan dengan ikhlas akan menjadi sebab hidayah bagi seseorang. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah dalam kebaikan. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahasia di Balik Sedekah dan Menyantuni Anak Yatim
Arogansi dalam Islam Sangat Dilarang
Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan
Menapaki Hari dengan Sabar Walau Penuh Perjuangan dan Pengorbanan Demi Menggapai Ridho Ilahi
Mengisi Hari dengan Kejujuran
Kembali kepada Allah dengan Ilmu
Mimbar Jumat: Setelah Ramadhan Meninggalkan Kita
Kembali ke Fitrah, Menguatkan Ukhuwah di Jumat Pertama Pasca Idul Fitri
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:40 WIB

Rahasia di Balik Sedekah dan Menyantuni Anak Yatim

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:20 WIB

Arogansi dalam Islam Sangat Dilarang

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04 WIB

Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:16 WIB

Menapaki Hari dengan Sabar Walau Penuh Perjuangan dan Pengorbanan Demi Menggapai Ridho Ilahi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:59 WIB

Mengisi Hari dengan Kejujuran

Berita Terbaru