Strategi Kesehatan: Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Susah Makan Secara Efektif

Redaksi

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Fenomena anak tantrum dan susah makan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan anak. Berdasarkan kajian dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak, perilaku ini umumnya terjadi pada usia balita sebagai bagian dari proses perkembangan emosi dan kemandirian. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek nutrisi dan psikologis.

Sejumlah penelitian dalam Psikologi Perkembangan Anak menyebutkan bahwa tantrum sering dipicu oleh ketidakmampuan anak dalam mengungkapkan keinginan atau rasa frustrasi. Orang tua disarankan untuk tetap tenang, tidak membentak, serta memberikan respon yang konsisten. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu anak belajar mengelola emosinya secara bertahap.

Sementara itu, masalah susah makan pada anak kerap berkaitan dengan kebiasaan makan yang kurang tepat, seperti pemberian camilan berlebihan atau suasana makan yang tidak kondusif. Para ahli dari Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan penerapan pola makan terjadwal, variasi menu sehat, serta menghindari paksaan saat makan agar anak tidak mengalami trauma psikologis terhadap makanan.

Dalam praktiknya, orang tua juga dianjurkan untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan, misalnya dengan melibatkan anak dalam memilih makanan atau menyajikan hidangan dengan tampilan menarik. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan minat makan anak sekaligus memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.


Para pakar kesehatan menegaskan bahwa kunci utama dalam mengatasi anak tantrum dan susah makan adalah kesabaran, konsistensi, serta pemahaman terhadap kebutuhan anak. Jika kondisi berlangsung berkepanjangan, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau psikolog anak guna mendapatkan penanganan yang tepat dan komprehensif.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri
Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional
Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global
Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis
Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Teh Hijau
Manfaat Tersembunyi Daun Sirih: Dari Kesehatan Mulut hingga Pengendalian Diabetes
Mengenal Hipertensi: Si Pembunuh Senyap dan Cara Mengendalikannya
Manfaat Mengunyah Cengkeh: Lebih dari Sekadar Penyegar Napas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 13:01 WIB

Strategi Kesehatan: Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Susah Makan Secara Efektif

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:21 WIB

Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:23 WIB

Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:21 WIB

Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:14 WIB

Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Curas, Satu Pelaku Berhasil Diamankan

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:34 WIB