Kemenkes Klarifikasi Kasus Hantavirus di Bandung, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Redaksi

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Jakarta — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan klarifikasi terkait kabar meninggalnya seorang pasien yang diduga terinfeksi hantavirus di Bandung yang belakangan viral di media sosial.

Kemenkes menegaskan bahwa informasi yang beredar masih dalam proses investigasi medis dan masyarakat diminta tidak langsung percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

Juru bicara Kemenkes menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui paparan kotoran atau urine tikus tertentu.

Namun hingga saat ini, tim medis masih melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian pasien tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebut adanya penyebaran virus berbahaya di wilayah Bandung.

Akibat kabar itu, banyak warga mulai khawatir dan mempertanyakan potensi penyebaran penyakit tersebut di Indonesia.

Kemenkes memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan epidemiologi dan koordinasi dengan dinas kesehatan daerah.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, terutama area yang berpotensi menjadi sarang tikus guna mencegah penularan penyakit.

Pihak Kemenkes juga meminta masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun tenaga kesehatan terpercaya.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan kasus kesehatan masyarakat dilakukan secara cepat dan transparan agar tidak menimbulkan kepanikan luas.

Baca Juga :  Polsek Hutaimbaru Grebek Sarang Narkoba di Batang Ayumi Jae, Bong Sabu Ditemukan di Pondok-Pondok

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Strategi Kesehatan: Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Susah Makan Secara Efektif
Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri
Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional
Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global
Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis
Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Teh Hijau
Manfaat Tersembunyi Daun Sirih: Dari Kesehatan Mulut hingga Pengendalian Diabetes
Mengenal Hipertensi: Si Pembunuh Senyap dan Cara Mengendalikannya
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:19 WIB

Kemenkes Klarifikasi Kasus Hantavirus di Bandung, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Minggu, 12 April 2026 - 13:01 WIB

Strategi Kesehatan: Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Susah Makan Secara Efektif

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:21 WIB

Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:23 WIB

Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:21 WIB

Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global

Berita Terbaru