KompasReal.id, Jakarta — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan klarifikasi terkait kabar meninggalnya seorang pasien yang diduga terinfeksi hantavirus di Bandung yang belakangan viral di media sosial.
Kemenkes menegaskan bahwa informasi yang beredar masih dalam proses investigasi medis dan masyarakat diminta tidak langsung percaya pada kabar yang belum terverifikasi.
Juru bicara Kemenkes menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui paparan kotoran atau urine tikus tertentu.
Namun hingga saat ini, tim medis masih melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian pasien tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebut adanya penyebaran virus berbahaya di wilayah Bandung.
Akibat kabar itu, banyak warga mulai khawatir dan mempertanyakan potensi penyebaran penyakit tersebut di Indonesia.
Kemenkes memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan epidemiologi dan koordinasi dengan dinas kesehatan daerah.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, terutama area yang berpotensi menjadi sarang tikus guna mencegah penularan penyakit.
Pihak Kemenkes juga meminta masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun tenaga kesehatan terpercaya.
Pemerintah menegaskan bahwa penanganan kasus kesehatan masyarakat dilakukan secara cepat dan transparan agar tidak menimbulkan kepanikan luas.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












