Harga Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD

Vritime

- Editor

Senin, 14 September 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id – Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Rabu (9/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame Daily masih menunjukkan tekanan bearish. Kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head & Shoulder yang membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak menuju area support terdekat di level 4.281 hingga 4.221.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pola Head & Shoulder yang terbentuk pada grafik harian menjadi sinyal penting bagi arah XAUUSD dalam jangka pendek. Pola tersebut umumnya menunjukkan adanya potensi perubahan momentum setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures melihat ruang penurunan masih terbuka selama tekanan jual tetap mendominasi pergerakan emas.

Area 4.281–4.221 menjadi zona support yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan bearish berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak secara bertahap menuju support tersebut. Level 4.281 menjadi area yang dapat diuji terlebih dahulu, sementara penurunan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju 4.221.

Namun, respons harga ketika mencapai area support akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika support mampu menahan tekanan jual, peluang terjadinya rebound masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD menembus zona tersebut, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka ruang bagi pelemahan berikutnya. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menempatkan area support tersebut sebagai level penting yang perlu dicermati.

Secara fundamental, harga emas pagi ini bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce dan masih berada di bawah tekanan setelah mengalami penurunan selama tiga sesi perdagangan terakhir. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kombinasi sentimen pasar yang cenderung membebani emas, terutama kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi melalui kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dapat semakin terbatas.

Baca Juga :  Fajir sebagai Top Scorer Geothermal League 2026, Pekerja BRI Lengkapi Dominasi Gemilang Tim Mini Soccer BRI Region 6

Bagi pasar emas, kondisi tersebut menjadi tantangan karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat. Kenaikan yield dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Dalam situasi tersebut, XAUUSD berpotensi menghadapi tekanan tambahan.

Dupoin Futures melihat pergerakan yield Treasury dan dolar AS masih menjadi indikator penting bagi harga emas hari ini. Jika keduanya terus menguat akibat meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut dapat memperkuat peluang harga emas untuk menguji support 4.281–4.221 sesuai proyeksi teknikal Geraldo Kofit.

Di sisi lain, perkembangan konflik Timur Tengah juga menghadirkan sentimen yang berlawanan. Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Investor dapat meningkatkan kepemilikan emas ketika ketidakpastian global meningkat. Namun, dampak konflik terhadap kenaikan harga minyak dan inflasi membuat pengaruh geopolitik terhadap emas menjadi lebih kompleks.

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat. Setelah pergerakan harga emas mendapatkan tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga, data Consumer Price Index atau CPI akan menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan berpotensi menekan emas.

Sebaliknya, apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury sehingga memberikan ruang bagi emas untuk melakukan pemulihan. Dengan demikian, hasil CPI dapat menjadi katalis penting yang menentukan apakah tekanan bearish XAUUSD akan berlanjut atau mulai mereda.

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Berdasarkan kombinasi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures masih melihat risiko pelemahan harga emas pada perdagangan hari ini. Geraldo Kofit memproyeksikan XAUUSD berpotensi turun menuju area support 4.281 hingga 4.221 setelah terbentuk pola Head & Shoulder pada time frame Daily.

Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta data inflasi AS dalam menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Head & Shoulder belum menunjukkan pembatalan, Dupoin Futures menilai peluang pelemahan menuju support 4.281–4.221 masih terbuka.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih cenderung bearish. Area 4.281–4.221 menjadi target support utama, sementara perkembangan inflasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi katalis penting yang dapat menentukan seberapa kuat tekanan terhadap harga emas dalam perdagangan berikutnya.

About Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)
Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan nomor keanggotaan 176/REG/AFT/SU, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penyaluran BBM di Makassar, Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel Lintas Daerah
Hadir di Consumer Expo Summarecon Bekasi, BRI Finance Tawarkan Kemudahan Pembiayaan Mobil Baru
Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia
Eksis 55 Tahun, Pylox Perkenalkan Generasi Baru Pylox Premium
Peduli Risiko Stroke & Alzheimer, BRI Finance Gandeng RS PON Berikan Edukasi & Test Kesehatan bagi Para Owner Dealer Rekanan
IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026
Dukung Trading di Tengah Volatilitas dengan Fitur Auto Order, BRIDS Raih Penghargaan ICAII 2026
Harga Emas Berpeluang Tembus 4.500, Ini Analisis Dupoin Futures
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:26 WIB

Dukung Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penyaluran BBM di Makassar, Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel Lintas Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 18:10 WIB

Hadir di Consumer Expo Summarecon Bekasi, BRI Finance Tawarkan Kemudahan Pembiayaan Mobil Baru

Rabu, 16 September 2026 - 17:18 WIB

Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia

Rabu, 16 September 2026 - 11:51 WIB

Eksis 55 Tahun, Pylox Perkenalkan Generasi Baru Pylox Premium

Selasa, 15 September 2026 - 20:29 WIB

Peduli Risiko Stroke & Alzheimer, BRI Finance Gandeng RS PON Berikan Edukasi & Test Kesehatan bagi Para Owner Dealer Rekanan

Berita Terbaru