Kompasreal.id, Mandailing Natal – Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara, Dr. Yusuf, S.T., M.T., menghadiri pembukaan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di SMP Negeri 1 Natal, Jalan Sutan Syahrir No. 120, Pasar I Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (2/10/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Ia menegaskan, kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah sangat penting untuk melindungi peserta didik, guru, dan seluruh warga satuan pendidikan.
“Satuan pendidikan bukan hanya tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman dan perlindungan bagi peserta didik, guru, serta seluruh warga sekolah. Kesiapsiagaan bencana tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengenali potensi bencana, memahami jalur evakuasi, serta memberikan edukasi keselamatan kepada peserta didik sesuai jenjang pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal, dr. M. Faisal Situmorang, M.KM., turut hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan BBGTK Provinsi Sumatera Utara tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal, dr. M. Faisal Situmorang, M.KM., turut hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan BBGTK Provinsi Sumatera Utara tersebut.
Faisal mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu, mengingat Kabupaten Mandailing Natal memiliki sejumlah wilayah dengan potensi kerawanan bencana yang perlu diantisipasi.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mewujudkan sekolah yang tangguh bencana dan nyaman bagi peserta didik. Guru harus memiliki kesiapsiagaan, mengetahui langkah yang harus dilakukan, serta memahami solusi ketika terjadi bencana, sehingga risiko dan dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Faisal.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru dan tenaga kependidikan, menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta didik selama berada di sekolah.
Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Oktober 2026, dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.
Kegiatan ini didukung empat fasilitator, terdiri atas dua fasilitator daerah (Fasda) tingkat SD, satu Fasda tingkat SMP, dan satu Fasda tingkat SMK. Selain itu, terdapat sembilan panitia daerah, yakni delapan orang dari Dinas Pendidikan dan satu orang dari Cabang Dinas Pendidikan.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kasi SMA dan Pendidikan Khusus Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Muhammad Akhyar ME Nasution, S.Pd., M.Pd., didampingi staf administrasi Nur Aisyah Siregar, S.H., M.M., Korwil 16 Dinas Pendidikan Salamat Nasution, S.Pd., serta sejumlah kepala sekolah di wilayah Kecamatan Natal.
Melalui pelatihan ini, diharapkan satuan pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal semakin siap menghadapi potensi bencana melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penguatan edukasi keselamatan, serta penerapan budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. (KR11).
Penulis : KR11
Editor : Paruhum












