Dirut Bulog Bantah Temuan Maladministrasi Ombudsman: “Kualitas Baik-baik Saja”

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani

i

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani

KompasReal.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani membantah temuan maladministrasi tata kelola beras yang berpotensi merugikan negara Rp7 triliun oleh Ombudsman RI yang diberitakan beberapa hari lalu.

Perum Bulog, kata dia, memastikan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional sebanyak 3,9 juta ton, masih cukup baik alias layak konsumsi.

Seluruh beras yang disalurkan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), maupun bantuan pangan, selalu melalui pemeriksaan kuantitas dan kualitas sebelum dilakukan pengemasan ulang.

“Bulog berkomitmen untuk memastikan beras yang sampai ke masyarakat selalu dalam kondisi baik dan layak konsumsi,” kata Rizal di Jakarta, dikutip Jumat (5/9/2025).

Rizal menyampaikan, untuk menjamin keamanan pangan, Perum Bulog secara periodik melakukan pemeriksaan kualitas beras di laboratorium terakreditasi berstandar nasional.

Di mana, pengujian laboratorium terakhir, dilakukan pada Agustus 2025, yaitu Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech dan Laboratorium PT Sucofindo.

Hasilnya, beras yang disimpan di gudang Perum Bulog memiliki kandungan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.

Sebagai BUMN pangan, lanjut Rizal, Perum Bulog mendapat mandat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Alhasil, Perum Bulog berkomitmen untuk terus memastikan beras yang dikelola dan disalurkan berada dalam kondisi terbaik.

“Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas pangan nasional tetap terjaga,” imbuh Rizal.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto menambahkan, saat ini, Perum Bulog, mengelola stok beras sebanyak 3,9 juta ton.

Sebanyak 2,95 juta ton atau 75 persennya, merupakan hasil pengadaan dalam negeri. Sisanya berasal dari pengadaan luar negeri yang dilaksanakan berdasarkan penugasan pemerintah di akhir 2024.

Dia menegaskan, seluruh stok beras yang dikelola Perum Bulog, selalu dijaga secara ketat agar tetap memenuhi standar kualitas dan layak konsumsi.

Baca Juga :  Bakal Pasangan Calon Dharma Pongrekun-Kun Wardhana Gagal Lolos Verifikasi Faktual Pertama KPU DKI Jakarta

Dari total stok CBP yang saat ini dikuasai Bulog, yakni sebanyak 3,9 juta ton beras, terdapat beras yang mendapatkan prioritas untuk segera dilakukan langkah reproses.

Sebelumnya, Anggota Ombudsman RI (ORI), Yeka Hendra Fatika menyebut buruknya tata kelola cadangan beras pemerintah yang berpotensi meugikan negara nyaris Rp7 triliun. Terjadi penurunan kualitas beras gara-gara terlalu lama disimpan di gudang Perum Bulog.

“Salah satu penyebab potensi kerugian negara itu, adalah penurunan mutu beras hingga tidak layak konsumsi alias disposal. Itu terjadi karena stok beras terlalu banyak menumpuk di gudang (Bulog),” papar Yeka, Kamis (4/9/2025).

Menurut Yeka, sebanyak 300 ribu ton beras disimpan di gudang Perum Bulog, terancam disposal. Alhasil, potensi kerugian negara akibat hal itu, mencapai Rp4 triliun.

Merujuk Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ditetapkan Rp12.500 per kilogram (kg).

“Rp4 triliun itu dari disposable stock. Disposable stock itu, angkanya misalnya kalau terjadi 300 ribu ton. Nah, 300 ribu ton itu tentunya angkanya dari mana, kami punya datanya,” kata Yeka. (KR/Inilah.com)

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Berulang di Hutan Nabundong: Mayat Ditemukan Kembali dalam Dua Pekan
BLT Dana Desa Tahap Akhir 2025 Disalurkan di Sidojadi, Kades Ingatkan Penggunaan yang Tepat
Tanpa Izin, Tanpa Takut: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Batang Sinabuan Kembali Beroperasi
PMI Paluta Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Gunungtua
Pengakuan ASN Dinas Pendidikan Bogor Gegerkan Publik, Klaim Kagum karena “Kesolehan” Terbantahkan Isi Chat
DPC GCI Padangsidimpuan Peduli Bencana Banjir di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.
Partai Golkar Padangsidimpuan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir, Bukti Nyata Kepedulian dan Empati
Jaringan Narkoba di Madina Terjaring: Kodim 0212/Tapsel Sikat Pengedar Sabu di Batahan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:54 WIB

Misteri Berulang di Hutan Nabundong: Mayat Ditemukan Kembali dalam Dua Pekan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:29 WIB

BLT Dana Desa Tahap Akhir 2025 Disalurkan di Sidojadi, Kades Ingatkan Penggunaan yang Tepat

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:46 WIB

Tanpa Izin, Tanpa Takut: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Batang Sinabuan Kembali Beroperasi

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:33 WIB

PMI Paluta Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Gunungtua

Minggu, 14 Desember 2025 - 06:27 WIB

Pengakuan ASN Dinas Pendidikan Bogor Gegerkan Publik, Klaim Kagum karena “Kesolehan” Terbantahkan Isi Chat

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB