KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Bupati Tapsel dalam Skandal Dana CSR BI-OJK, Bantahan Gus Irawan Diuji Bukti

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 23 September 2025 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas cakupan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang bersumber dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setelah menetapkan dua mantan anggota DPR RI sebagai tersangka, kini KPK tengah mendalami dugaan keterlibatan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu.

Kasus ini bermula dari penetapan Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG), keduanya mantan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, sebagai tersangka oleh KPK.

Lembaga antirasuah itu menduga, dana CSR yang seharusnya digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat justru diselewengkan.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, merespons namanya yang ikut terseret dalam pusaran kasus ini. Dalam sebuah forum diskusi, ia dengan tegas membantah keterlibatannya.

“Saya kira ini dikembang-kembangkan orang, diseret-seret. Bukan lagi sekedar diperiksa, udah ada tersangkanya kok. Gak usah didorong-dorong. Nanti kalau ada disitu yang bisik-bisik ketahuan, dipanggilnya semua itu,” ujar Gus Irawan, dalam sebuah pernyataan yang bernada defensif.

Ia juga menambahkan, “Kita percaya saja sama KPK. Dua orang teman saya sudah TSK (tersangka), kemudian kita semua terkejut, karena ternyata itu dugaan fiktif. Saya tidak pernah melakukan kegiatan itu.”

Menanggapi bantahan tersebut, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan terpancing dengan pernyataan-pernyataan yang muncul. KPK akan tetap fokus pada pengumpulan bukti-bukti yang valid.

“Dari bukti tersebut, kami tinggal mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan. Yang kami gali dan tanyakan itu hal-hal yang konkret,” tegas Asep, dikutip Senin (22/9/2025).

KPK telah melakukan serangkaian tindakan investigasi, termasuk meninjau langsung lokasi-lokasi yang menjadi sasaran program CSR BI dan OJK.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Selain itu, KPK juga telah meminta keterangan dari berbagai pihak, mulai dari warga setempat hingga perangkat desa.

“Tidak masalah, itu hak dari setiap orang, mau membantah atau mengakui. Tapi kita juga sudah memiliki bukti-bukti,” imbuh Asep.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan Satori dan Heri Gunawan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Penetapan tersangka ini diumumkan secara resmi oleh KPK pada tanggal 7 Agustus 2025.

KPK mengimbau kepada semua pihak yang mengetahui informasi terkait kasus ini untuk segera melapor kepada pihak berwajib. KPK juga menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. (KR03)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan
Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga
MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 
Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen
Pengumuman Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026, Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Seleksi Transparan dan Berkualitas
Wujud Kepedulian Sesama, Kodam XII/Tanjungpura Bagikan Nasi Kotak dalam Aksi Jumat Berkah
TNI AL Satgas Yonif 2 Marinir dan Kodim 1703/Deiyai Bersinergi Bangun Harapan Warga Melalui Jembatan Garuda
Gagalkan Peredaran Narkoba Skala Besar, Kodam XII/Tpr Amankan 21,4 Kg Sabu dan Serahkan WNA Malaysia ke BNNP Kalbar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:43 WIB

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:23 WIB

Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:58 WIB

MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 

Senin, 15 Juni 2026 - 01:23 WIB

Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pengumuman Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026, Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Seleksi Transparan dan Berkualitas

Berita Terbaru