Amnesty International Indonesia Kritik Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB

KompasReal.id

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Amnesty International Indonesia menyampaikan kritik terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB yang dinilai tidak selaras dengan kebijakan dalam dan luar negeri Indonesia, terutama terkait isu hak asasi manusia (HAM) dan konflik Palestina.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan bahwa pidato yang mengangkat tema kesetaraan, keadilan, dan perdamaian, serta tawaran 20.000 pasukan untuk misi penjaga perdamaian, tidak sejalan dengan realitas kebijakan yang dijalankan Indonesia.

“Retorika yang terdengar mulia itu berbanding terbalik dengan kebijakan luar dan dalam negeri dalam isu yang diangkat,” ujar Usman Hamid dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/9/2025).

Amnesty International menyoroti beberapa poin krusial, di antaranya adalah ketidaktegasan Prabowo dalam menyebut tindakan Israel di Palestina sebagai genosida.

Penggunaan kata ‘catastrophe’ untuk menggambarkan situasi di Gaza dinilai berpotensi mengaburkan tanggung jawab Israel atas genosida yang telah dikonfirmasi oleh PBB dan lembaga HAM internasional.

“Indonesia semestinya mendesak Israel membongkar permukiman ilegal dan berhenti berdagang atau berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang berkontribusi terhadap genosida, apartheid, atau pendudukan ilegal Israel,” tegas Usman.

Selain itu, Amnesty International juga menyoroti lambatnya ratifikasi Statuta Roma 1998 tentang Mahkamah Pidana Internasional (ICC) oleh Indonesia, serta belum adanya pengakuan dan penyelesaian terhadap pelanggaran HAM berat masa lalu di dalam negeri.

Terkait isu Papua, Usman Hamid menyatakan bahwa pidato Prabowo yang menyinggung kolonialisme justru mengabaikan masalah militerisasi, diskriminasi rasial, dan pelanggaran HAM yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Kebijakan ekstraktif pemerintah di Papua juga dinilai berpotensi merusak lingkungan dan merampas hak masyarakat adat.

“Indonesia harus menunjukkan keadilan yang digaungkan pada pidato Presiden di Sidang Umum PBB dengan menghormati hak-hak masyarakat adat,” kata Usman.

Baca Juga :  Jaksa Garda Desa Perkuat Pengawasan Dana Desa Pasca Revisi UU

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan nyata yang sejalan dengan retorika yang disampaikan di forum internasional.

Hal ini termasuk membuat terobosan dalam mengakhiri pelanggaran HAM terhadap Rohingya dan menyelesaikan berbagai permasalahan HAM di dalam negeri, termasuk di Papua. (KR/cnn)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Laporan ke Presiden, Ini Poin Pentingnya
TNI Hadir Memberikan Rasa Aman Terhadap Saudara Diujunh Timur Indonesia
Jaringan Ekstremisme Digital Libatkan Remaja, Ancaman Baru Keamanan Nasional
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah.  ‎
Reshuffle Kabinet April 2026, Prabowo Subianto Rombak Sejumlah Pos Strategis
Satgas Yonif 123/Rajawali Tebar Kepedulian di Papua Selatan, Bagikan Seragam Pramuka untuk Siswa SD Negeri Bade Mememu
Karya Bakti Merawat Rumah Ibadah untuk Saudara di Papua.
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD KE-128 Kodim 1801/Manokwari Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Untuk Warga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:18 WIB

Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Laporan ke Presiden, Ini Poin Pentingnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:30 WIB

TNI Hadir Memberikan Rasa Aman Terhadap Saudara Diujunh Timur Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:01 WIB

Jaringan Ekstremisme Digital Libatkan Remaja, Ancaman Baru Keamanan Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:43 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah.  ‎

Rabu, 29 April 2026 - 10:37 WIB

Reshuffle Kabinet April 2026, Prabowo Subianto Rombak Sejumlah Pos Strategis

Berita Terbaru