Emas Meledak ke Level Bersejarah: Tembus US$4.100 Per Troy Ounce, Ini Faktor Pendorongnya

Redaksi

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Harga emas dunia kembali menggemparkan pasar keuangan global dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Pada perdagangan awal pekan ini, harga emas di pasar spot dilaporkan berhasil menembus level psikologis baru di atas US$4.100 per troy ounce.

​Bahkan, beberapa laporan mencatat harga emas berjangka AS sempat menyentuh level US$4.110 per troy ounce pada Senin (13/10/2025), yang didorong oleh kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

​Di dalam negeri, lonjakan harga emas dunia ini turut mengerek harga emas batangan domestik. Sebagai contoh, harga emas Antam dilaporkan telah melampaui rekor sebelumnya dan berada di atas Rp2.500.000 per gram di beberapa waktu perdagangan, meskipun harga harian dapat berfluktuasi.

​Faktor-Faktor Utama di Balik Kenaikan Emas

​Reli emas yang luar biasa ini disebabkan oleh beberapa faktor fundamental dan sentimen pasar yang kompleks:

1. Ketidakpastian Geopolitik dan Perang Dagang AS-China:

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas, diperburuk dengan ancaman tarif baru dari AS. Ketidakpastian semacam ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas ekonomi dan rantai pasokan. Emas, yang dianggap sebagai aset safe haven (aset lindung nilai), menjadi buruan utama investor saat risiko global meningkat.

2. Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga Federal Reserve (The Fed):

Pasar keuangan semakin yakin bahwa bank sentral AS, The Fed, akan segera melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter, termasuk pemangkasan suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan nilai Dolar AS dan mengurangi biaya peluang memegang emas (yang tidak memberikan imbal hasil/bunga). Hal ini secara otomatis meningkatkan daya tarik emas.

3. Aksi Borong Bank Sentral Global:

Baca Juga :  Polres Palas Dukung Panen Raya Jagung, Wujud Sinergi Ketahanan Pangan

Data dari World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa bank sentral di berbagai negara, terutama di Asia dan negara-negara berkembang, terus melakukan pembelian emas besar-besaran dan stabil. Pembelian ini mencerminkan upaya untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Tren ini memberikan dukungan fundamental yang kuat bagi harga emas.

4. Krisis Kepercayaan terhadap Sistem Keuangan Global:

Beberapa analis menilai, reli emas yang mencapai rekor ini juga mencerminkan adanya krisis kepercayaan di kalangan investor terhadap sistem keuangan global yang didominasi oleh mata uang Barat. Investor mencari aset yang memiliki nilai intrinsik, seperti emas, sebagai bentuk “perlawanan” terhadap ketidakstabilan fiskal dan moneter.

​Proyeksi Harga Emas ke Depan

​Dengan momentum bullish (tren naik) yang sangat kuat, banyak analis dan lembaga investasi memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk terus menanjak.

  • Jangka Pendek: Beberapa analis memprediksi emas berpotensi menguji level US$4.200 per troy ounce dalam waktu dekat jika sentimen positif terus berlanjut. Namun, koreksi teknikal juga mungkin terjadi mengingat kenaikan yang sudah sangat tinggi.
  • Jangka Panjang (Akhir 2026): Proyeksi dari lembaga besar seperti Societe Generale (SocGen) dan Goldman Sachs bahkan menunjukkan target harga emas dapat menembus US$4.900 hingga US$5.000 per troy ounce pada akhir tahun 2026. Hal ini didukung oleh ekspektasi suku bunga yang rendah secara berkelanjutan dan ketidakpastian geopolitik yang persisten.

​Bagi investor, kenaikan harga emas ini membuka peluang keuntungan, namun juga menuntut kehati-hatian. Emas tetap menjadi aset penting untuk diversifikasi dan lindung nilai, terutama di tengah gejolak pasar global saat ini. (KR/gm)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KDMP Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat Landasan Hukum, Sejalan Arahan Prabowo Subianto untuk Kemandirian Desa
Skandal Gadai SK Guncang Padangsidimpuan: 34 Polisi Terseret, Rp10,2 Miliar Menguap, Bank Rakyat Indonesia Disorot!”
Dinamika Ekonomi Global Tekan Indonesia, Pemerintah Diminta Waspada
Harga Emas Dunia Naik Lagi, Sentimen Geopolitik Dorong Lonjakan
Subsidi vs Kenaikan Harga: Dilema Pemerintah di Tengah Tekanan Anggaran dan Rakyat
Jejak Emas Perantau Minang: Enam Pengusaha Terkaya Asal Sumbar yang Menginspirasi Nusantara
ASUS Luncurkan Laptop AI Generasi Terbaru di Sumut, Dorong Transformasi Digital di Daerah”  
CPNS 2026: Pintu Karier ASN Terbuka Lebar, 5 Formasi Strategis Ini Diprediksi Jadi Rebutan Jutaan Pelamar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:08 WIB

KDMP Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat Landasan Hukum, Sejalan Arahan Prabowo Subianto untuk Kemandirian Desa

Senin, 6 April 2026 - 20:29 WIB

Skandal Gadai SK Guncang Padangsidimpuan: 34 Polisi Terseret, Rp10,2 Miliar Menguap, Bank Rakyat Indonesia Disorot!”

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:42 WIB

Dinamika Ekonomi Global Tekan Indonesia, Pemerintah Diminta Waspada

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:14 WIB

Harga Emas Dunia Naik Lagi, Sentimen Geopolitik Dorong Lonjakan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:50 WIB

Subsidi vs Kenaikan Harga: Dilema Pemerintah di Tengah Tekanan Anggaran dan Rakyat

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04 WIB